Kosmetika Bayi: Penggolongan, Persyaratan, Formulasi dan Analisis


baby-girl-crawling

image from google

 

Sediaan kosmetika bayi adalah sediaan kosmetika yang dibuat dan digunakan khusus untuk bayi. Pada umumnya penggunaan sediaan kosmetika bayi bertujuan untuk membersihkan, melembutkan serta melindungi kulit bayi. Atau dengan kata lain sediaan kosmetika bayi adalah sediaan yang berguna untuk menyegarkan serta mencegah adanya kelainan pada kulit bayi.

Dalam kosmetika perawatan bayi ada dua pertimbangan yang dipakai untuk keselamatan bayi yaitu untuk kebersihan dan untuk perlindungan. Bahan –bahan tambahan yang digunakan dalam kosmetika bayi untuk penyembuhan biasanya menghasilkan gangguan pada kulit, tapi orang yang membuat formula kosmetika bayi harus selalu sadar dengan masalah-masalah keselamatan atau kenyamanan untuk bayi dengan bahan-bahan tambahan yang digunakan, karena dapat merusak kulit bayi.

 

Komposisi Umum Sediaan Kosmetika Bayi

Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi harus murni dan aman. Hal ini disebabkan karena kulit bayi sangat halus dan sangat peka terhadap iritasi, kuman/bakteri, sinar matahari, angina dan gesekan. Biasanya susunan umum dari sediaan kosmetika bayi terdiri dari zat pelapis, zat pelembut, zat pembawa dan zat pewangi ringan.

Zat pelembut (emolien) yang sering digunakan adalah :

  1. Minyak hidrokarbon dan malam, misalnya paraffin, vaselin, ceresin, sera, dsb.
  2. Minyak silicon, misalnya dimetil polisiloksan, dsb.
  3. Asam-asam lemak dan alcohol lemak. Misalnya asam stearat, asam palmitat, dsb.
  4. Minyak tumbuh-tumbuhan, ester trigliserida dari minyak tumbuh-tumbuhan, lemak dan lemak hewan.
  5. Ester-ester alkyl, metal, isopropyl dan butyl dari asam lemak.
  6. Ester-ester setogliserida.
  7. hasil etoksilasi gliserida.
  8. Lanolin, fosfolipida, sterol, ester poliol, dsb.

 

Tujuan pembuatan kosmetika bayi

  1. Emolin( zat pelembut) yang dapat memberi kelembutan untuk kulit yang kering dan mencegah luka.
  2. Membersihkan tubuh bayi
  3. Antiseptik untuk menekan pertumbuhan bakteri dan mengontrol infeksi.
  4. Meringankan untuk menghilangkan iritasi

 

Kulit neonatus

Neonatus memiliki kulit yang lebih tipis dari pada anak – anak ataupun remaja.

Lapisan dibagian dalam mempunyai kelembapan yang lebih tinggi. Lapisan asid ada dalam beberapa minggu pertama dan pada neonatus lebih mudah terkena gangguan dari pada anakremaja.

Kondisi kulit bayi baru lahir mengalamiperalihan dari lngkungan dalam kandungan terhadap perubahan suhu dengan kelembapan udara yang berubah – rubah dan juga kontak dengan kuman patogen, preparat bayi dan sebagainya. Dan substansi yang berbahaya dapat mengganggu kulit bayi setelah kelahiran.

 

Perbedaan kulit neonatus, bayi dan orang dewasa

  1. Permiabilita perkutan meningkat, terutama pada bayi prematur atau bila terjadi kerusakan kulit.
  2. Kulit relatif lebih tipis dan perlekatan antar sel masih longgar
  3. Produksi kelenjar keringat dan kelenjar sebasa lebih sedikit
  4. Terdapat peningkatan mengalami iritasi
  5. Sedikit kemungkinan mengalami alergi kontak.
  6. Perbandingan luas permukaan klit terhadap volumecairan tubuh relatif lebih besar, sehingga resiko peningkatan bahan toksik didalam darah lebih tinggi.
  7. Terdapat peningkatan kerentanan terhadap infeksi, terutama bakteri

 

Fungsi kulit pada neonatus

  1. Proteksi secara fisis dan imunologis
  2. Mengatur suhu tubuh.
  3. Mengatur keseimbangan elektrolit.
  4. Persepsi ( panas ,dingin, tekanan, dan perabaan.
  5. Eksresi

 

Jenis Sediaan Kosmetika Bayi Menurut BPOM

k1

k2

k3

k4

 

Penggolongan Kosmetika Bayi

1. Bedak bayi (baby powder)

Bedak bayi yaitu sediaan berbentuk serbuk, digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai pelicin

Tujuan penggunaan:

  • menahan radiasi panas dan mempunyai efek penyejuk
  • sering ditambahkan antiseptik untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit
  • menyerap uap lembab dan mencegah lecet

 

2.  Sabun Bayi

Sabun bayi adalah sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk menjaga kehalusan dan kelembutan serta kesegaran kulit bayi.

Pada umumnya memepunyai pH sekitar 10, berwarna putih dan keras, dibuat dengan cara cetak. Sabun bayi mengandung banyak lemak. Merupakan sabun lunak hingga tidak akan mengiritasi kulit bayi , tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit.

Tujuan Penggunaan:

  • membersihkan kulit
  • memberikan kesegaran
  • menghaluskan dan melembutkan kulit

 

3. Minyak Bayi

Minyak bayi adalah sediaan kosmetika bayi berbentuk minyak jernih dengan penambahan zat pelembut yang berguna untuk menghilangkan kotoran dan sisa bedak bayi atau krim bayi dari permukaan kulit.

Tujuan Penggunaan: melindungi kulit dari basah dan luka

Komponen Utama: minyak mineral dengan kemurnian tinggi (jika digunakan minyak sayur harus ditambahkan antioksidan)

Cara penggunaan minyak bayi adalah dengan mengoleskannya dengan kapas pada tempat-tempat yang kotor dan tersembunyi. Lapisan minyak yang tertinggal pada kulit akan memberikan efek perlindungan ada kulit yaitu dapat sebagai pelindung terhadap air kencing dan keringat serta gesekan tanpa menghilangkan keluarnya keringat.

 

4. Lotion dan Krim Bayi

Lotion merupakan sediaan yang banyak mengandung air untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin.

Krim merupakan sediaan yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relatif tinggi sebagai pelembut dan pelembab kulit.

Tujuan Penggunaan:

  • membersihkan kotoran
  • pelembut dan pelembab
  • memberikan rasa dingin

 

5. Sampo Bayi

Sampo bayi adalah suqtu sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk membersihkan rambut dan kulit kepala bayi. Sebagai komponen aktif dalam sampo bayi biasanya adalah detergen yang mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan, sehingga dapat menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala. Perbedaan antara sampo untuk orang dewasa dan bayi adalah pada sifat de tergen yang digunakan dalam sampo bayi adalah surfaktan yang mempunyai daya anestesi terhadap selaput lendir mata.

Pada penggunaan surfaktan jenis ini yang harus diperhatikan adalah konsentrasinya, apabila terlalu banyak menyebabkan mata menjadi sukar untuk berkedip, contohnya detergen yang mempunyai ya anestesi terhadap selaput lendir mata adalah senyawa alkyl atau aril dari polietilen oksida.

 

6. Salep Bayi

Salep bayi adalah suatu sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk perawatan dan pengobatan pada kulit bayi, misalnya kalau sampai terjadi luka-luka karena adanya gesekan-gesekan. Pada umumnya salep mata terdiri dari satu atau lebih zat berkhasiat dalam suatu zat pembawa sebagai zat berkhasiat dapat digunakan ichtyol, adeps lanae, sulfur, antibiotika, antiseptika, ZnO, dsb. Sebgai zat pembawa dapat digunkan dasar-dasr salep atau dasr-dasr krim.

Penggunaan salep bayi biasanya harus sesuai dengan resep dari dokter karena mengandung bahan – bahan atau zat berkhasiat yang cukup keras sehingga harus dengan resep dokter. Bila tidak dengan resep dokter dikhawatirkan akan timbul reaksi alergi pada bayi seperti timbul bercak merah pada kulit, kulit mengelupas, dan lain sebagainya.

 

Syarat-syarat Khusus Sediaan Kosmetika Bayi

1. Bedak Bayi

  • Bahan yang dipakai harus steril
  • Zat pembawa harus bersifat licin, membantu melemaskan kulit,
  • serta tidak menghalangi kulit, dan melekat baik pada kulit.
  • Ukuran partikel yang dianjurknan adalah 10-40 µm.
  • Zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembap dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain.
  • Bilangan kuman tudak melebihi 500 per gram

 

2. Lotion dan Krim Bayi

  • Tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
  • Tidak mengganggu aktivitas fisiologi pada kulit
  • Tidak menghalangi keluarnya keringat.
  • Tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis dipermukaan kulit

 

3. Minyak Bayi

  • Tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
  • Tidak mengganggu aktivitas fisiologis dari kulit.
  • Tidak menghalangi keluarnya keringat
  • Perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur.
  • Konsentrasi pewangi tidak lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit (parfum yang tidak boleh digunakan  antara lain : Benzilidin aseton, cinnamat aldehid sitral, eugenol, heliotropin, hidroksicitronellal, metal heptine karbonat, metal nonil asetaldehide, resin olibanum, dan vanillin)

 

4. Shampo Bayi

  • Tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata.
  • Zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang
  • sangat lemah terhadap kornea mata.
  • Konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi,
  • pH harus sesuai dengan pH cairan mata

 

5. Sabun Bayi

Tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit.

 

Referensi:

Departemen  Kesehatan RI, Formularium Kosmetika Indonesia (Jakarta: Dirjen POM Depkes RI, 1985)

Harry, R.G., Modern cosmeticology, 3rd edition, Chemical Publishing Company, New York, 1974

Jellinek JS., Formulation and Function of Cosmetics (New York, Willey Interscience, 1970)

Keithler, W.M.R., The formulation of Cosmetics Spacialties, Drug and Cosmetic Industry, New York, 1956

Soeryati, Sri, Sediaan kosmetika, departemen pendidikan nasional Unpad,bandung, 2002

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *