Antrakuinon dan Xanthon 2


ANTRAKUINON
 
     Kuinon adalah senyawa berwarna dan mempunyai kromofor dasar seperti kromoforpada benzokuinon, yang terdiri atas dua gugus karbonil yang berkonjugasi dengan duaikatan rangkap karbo-karbon. Untuk tujuan identifikasi kuinon dapat dibagi atas empatkelompok yaitu : benzokuinon, naftokuinon, antrakuinon dan kuinon isoprenoid.
     Tiga kelompok pertama biasanya terhidroksilasi dan bersifat fenol serta mungkin terdapat dalambentuk gabungan dengan gula sebagai glikosida atau dalam bentuk kuinol. Golongan kuinon alam terbesar terdiri atas antrakuinon dan keluarga tumbuhan yang kaya akan senyawa jenis ini adalah Rubiaceae, Rhamnaceae, Polygonaceae. Antrakuinon merupakan kelompok yang terbesar, hampir semua senyawa ini adalah polefenol atau turunan alkoksinya dan mengandung sebuah substituen pada posisi β.
     Beberapa antrakuinon merupakan zat warna penting dan yang lainnya sebagai pencahar. Banyak antrakuinon yang terdapat sebagai glikosida dengan bagian gula terikatadengan saah satu gugus hidroksil fenolik. Salah satu jenis antrakuinon penting ialah antrasiklina, yaitu suatu golongan glikosida antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces sp. Antrakuinon juga disebut 9,10-dioxo-dihydro-anthracen dengan rumus C14H8O2.  
     Struktur dasar antrakuinon terlihat sebagai berikut :
asd
Titik lebur: 286 °C
Titik didih: 379,8 °C
Kepadatan: 1,31 g/cm³
 
                        Antrakuinon terhidroksilasi tidak sering terdapat dalam tumbuhan secara bebas tetapi sebagai glikosida. Semua antrakuinon berupa senyawa kristal bertitik leleh tinggi, larut dalam pelarut organik basa. Senyawa ini biasa berwarna merah, tetapi yang lainnya berwarna kuning sampai coklat, larut dalam larutan basa dengan membentuk warna violet merah. Bentuk senyawa antrakuinon dalam tumbuhan masih rumit karena pra-zat aslinya mudah terurai oleh enzim atau cara ekstraksi yang tidak sesuai, sehingga laporan mengenai adanya antrakuinon bebas harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Banyak antrakuinon yang terdapat sebagai glikosida dengan bagian gula terikat dengan salah satu gugus hidroksilfenolik .
Identifikasi
 
            Antrakuinon dalam tumbuhan biasanya terdapat sebagai turunan antrakuinon terhidloksilasi, termitilasi, atau terkarboksilasi.  Antrakuinon  berikatan  dengan  gula  sebagai  o-glikosida  atau sebagai  C-glikosida.  Turunan  antrakuinon  umumnya  larut  dalam  air  panas  atau dalam alkohol encer.   Senyawa   antrakuinon   dapat   bereaksi   dengan   basa memberikan warna ungu atau hijau.
  
XANTHON
2000px-Xanthone.svg
     Xanthone merupakan sekelompok senyawa organik yang pertama kali berhasil dideteksi pada tahun 1855 oleh ilmuwan Jerman bernama Schmid W. Liebigs. Saat itu, efek xanthone bagi tubuh dan kesehatan manusia memang belum banyak ditelusuri. Akan tetapi, berbagai penelitian mengenai xanthone sejak awal abad ke-20 hingga sekarang telah memunculkan banyak pemahaman baru mengenai senyawa yang merupakan bagian dari golongan senyawa polifenol ini.
Sumber
 
     Xanthone dapat ditemukan secara alamiah dalam konsentrasi yang beragam pada tanaman tropis. Akan tetapi, konsentrasi xanthone yang paling tinggi hingga saat ini diyakini terdapat dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana). Dari sekitar 200 jenis xanthone yang telah teridentifikasi di alam, setidaknya 43 jenis dapat ditemukan dalam buah yang rasanya manis semu asam ini. Tak hanya xanthone, manggis juga mengandung macam-macam zat bioaktif lainnya—seperti polisakarida, catechin, dan proanthocyanidin—yang turut membantu menjaga kesehatan tubuh kita secara holistik.
 
Manfaat
 
     Struktur, sifat kimiawi, dan interaksinya yang unik dengan metabolisme dalam tubuh manusia menjadikan xanthone salah satu fitonutrien yang penting bagi kita. Sejumlah eksperimen yang telah dilakukan di berbagai negara mendapati bahwa xanthone berperan aktif dalam tubuh kita sebagai zat yang bersifat antioksidan, antitumor, antialergi, antiradang, antiviral, antifungal, juga antibakterial.
²  mencegah aktivitas sel kanker hati, lambung, dan paru-paru.
²  menghambat pertumbuhan dan penyebaran leukemia dan kanker usus besar. Sebagai antibiotik alami
²  pencegahan dan pengobatan radang sel-sel otak, penyakit Alzheimer, arthritis, asam urat
²  memiliki efek antidepresan, alias mencegah stres dan depresi.
²  obat kemoterapi alami untuk memerangi kanker, dan juga mengobati meningitis (infeksi selaput otak), pneumonia, septimia, dan TBC.
²  membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)
²  masalah dengan sendi, usus, dan saluran pernapasan akan sangat terbantu
Identifikasi
 

Identifikasi xanthon secara organoleptik merupakan kristal berwarna kuning, rasa pahit dan tidak berbau dengan titik lebur sebesar 93°C. Identifikasi secara kimia terhadap xanthon menggunakan pereaksi FeCl3 menghasilkan warna hijau, ini menunjukkan reaksi warna untuk xanton.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Antrakuinon dan Xanthon