Soal Try Out OSCE UKAI Regional


WhatsApp Image 2018-03-08 at 23.19.58

UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia) adalah ‘ujian akhir’ yang musti ditempuh pada perkuliahan profesi apoteker untuk bisa mendapatkan gelar apoteker. Nah, pada tahun ini ada yang baru nih dalam pelaksanaan UKAI, yaitu selain ujian tertulis dengan metode CBT (Computer Base Test), sekarang juga diadakan dengan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination), tetapi yang OSCE ini masih dalam tahap pengembangan, jadi belum dijadikan standar kelulusan.

Pada OSCE UKAI tahun ini, dibagi atas 10 station, sudah termasuk 1 station istirahat, dengan waktu 110 menit, pembagian waktunya begini:
– 1 menit: membaca soal (di depan pintu)
– 9 menit: mengerjakan soal (di dalam ruangan)
– 1 menit: pindah ke station berikutnya

10 station tadi mencakup:
a. 3 station pembuatan obat
– perancangan
– produksi
– QC/QA
b. 2 station distribusi
– perencanaan/pengadaan/penerimaan
– penyimpanan/penyaluran/pemusnahan
c. 4 station pelayanan kefarmasian
– swamedikasi
– skrining resep/analisa DRP
– compounding
– dispensing/monev/ESO
d. 1 station istirahat

daan, minggu lalu baru saja diadakan Try Out OSCE UKAI Regional di Universitas Andalas, berikut soal-soal TO yang berhasil bikin kepala panas selama 110 menit, cekidot:

Station 1

Diketahui rancangan formula bromhexin HCl sirup sbb :
tiap 5ml mengandung
bromhexin 4 mg
glicerol 1000 mg
zat warna 0,1 mg
na cmc 1,7 mg
aquadest ad 5 ml

Instruksi:
a. rancang dan tulis bahan2 untuk 10 L
(Lembar 1: buat jumlah bahan yg digunakan, satuan g/L)
b. ukurlah ph larutan sirup bromhexin HCl dengan menggunakan pH meter (pH yg diharapkan 4,5 -5)
c. buat hasil pengukuran pH di lembar 2, ambil keputusan apakah hasil memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS)
Penting! Sebelum pengukuran pH sediaan sirup, lakukan kalibrasi alat terlebih dahulu dengan mencelupkan pH meter ke larutan asam dan basa

 

Station 2

Resep
R/ allopurinol 100mg X
sbdd pc 1
R/ Na.diklofenak 50mg X
sbdd pc 1
pasien hanya mampu menebus setengah dari obat.

Instruksi;
a. buat copy resepnya
b. masukkan dalam kemasan dan serahkan pada penguji
Penting! Cek kekuatan sediaan sebelum dimasukkan ke plastik obat, dan beri stempel apotek di copy resep

 

Station 3

Sebuah klinik A mengirim kembali barang ke PBF B. Barang yang akan diretur yaitu sediaan ceftriaxone injeksi, Cendo LFX, Lasal syr.

Instruksi:
a. Sebagai seorang Apoteker di PBF B, apakah barang tersebut bisa diretur atau tidak?
Buat alasan kenapa tidak bisa diretur, dan bukti dokumen serta solusinya
Penting! Cek data-data yang tersedia, seperti faktur, no. faktur, no. batch, ED, surat pesanan (apakah sesuai obat yang dipesan dengan yang dikirim)
b. Letakkan obat pada tempat yang disediakan (retur diterima, retur ditolak, obat harus dikirim)


Station 4

Sebuah Industri akan melakukan uji kerapuhan pada tablet amlodipin 10 mg,

Instruksi:
Sebagai seorang Apoteker di Industri tersebut saudara diminta untuk :
a. Membuat rancangan uji kerapuhan
Lembar 1 :
– alat yang digunakan :
– berapa lama :
– berapa tablet yang digunakan :
– data analisis :
– pedoman :
Setelah itu berikan lembar 1 ke pengawas di ruangan
b. Lakukan pengujian kerapuhan tablet
Penting! Lakukan prosedur pengujian dengan baik dan benar, termasuk menimbang tablet di awal dan di akhir pengujian, jangan lupa menggunakan masker dan handskun
c. Buat hasil dari uji kerapuhan tablet di lembar 2, dan ambil keputusan apakah hasil memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS)

 

Station 5

Istirahat

 

Station 6

Sebuah PBF akan melakukan pengiriman barang ke apotek, bagaimana cara anda sebagai seorang apoteker dalam menerima barang tersebut.

Instruksi:
a. Lakukan tata cara penerimaan barang: jika diterima, tulis di kertas penerimaan barang, jika tidak, tulis di kertas pengembalian barang
Penting! cek no. bets, nama produk, ED, jumlah barang
b. Simpan barang di tempat penyimpanan obat yang sesuai (untuk barang yang diterima)

 

Station 7

Seorang pasien di diagnosa pneumonia komonitas dan diberikan antibiotik Levofloxasin 750 mg secara iv. Dari data labor yang didapatkan ternyata pasien juga menderita gagal ginjal akut, disertai infeksi saluran kemih, dokter yang meresepkan obat meminta saran kepada anda sebagai apoteker tentang saran yang diberikan.

Instruksi:
Buat rekomendasi tentang pengobatan tsb dan sampaikan kepada dokter tentang saran yang diberikan.

 

Station 8
Sebuah industri akan melakukan uji disolusi vitamin C 100 mg

Instruksi:
Anda sebagai QC pada industri tersebut diminta untuk
a. di lembar pertama, buat rancangan untuk pengujian uji disolusi (seperti alatnya apa, mediumnya apa, berapa ml mediumnya dll) dan serahkan ke penguji
b. ambil 10 ml sampel uji disolusi ( gunakan pipet gondok, gelar ukur, atau spuit
c. di lembar kedua, isi persentase obat terdisolusi (memenuhi persyaratan atau tidak )

 

Station 9

Seorang pasien didiagnosa TB, pasien menemui Apoteker di Pukesmas karena belakangan ini mengalami keluhan-keluhan sehubungan dengan konsumsi obat TB.

Instruksi
a. lakukan pengumpulan data pada pasien terkait keluhan yang dialami (pasien mengalami kesemutan, kram, dan urin berwarna merah), dan isi di lembar 1 kenapa pasien mengalami keluhan tsb
b. di lembar 2 isi solusi apa yang diberikan terkait keluhan pasien dan lakukan komunikasi efektif untuk mengatasi keluhan tsb pada pasien

 

Station 10

Seorang pasien datang ke apotek dgn keluhan konstipasi. (Susah buang air sudah 2 hari, sering makan fastfood, jarang makan serat buah dan sayur)

Instruksi:
a. anda sbg apoteker berikan saran obat yg sesuai dgn kondisi pasien dan lakukan komunikasi dengan pasien.
b. sampaikan cara cara penggunaan obat (obat yang tersedia dulcolac supp dan microlac rectal)

Note: di setiap station sudah disediakan material yang dibutuhkan untuk setiap kasusnya, misalnya di station 7, ada buku AHFS tapi juga disediakan print out yang bagian dosis levofloxacinnya -pas TO OSCE kemarin aku gak ngeh ada print out, dan akhirnya wasting time beberapa menit untuk buka AHFS dan nyari levofloxacin di index, lol-, jadi gituh……
trus, jangan lupa pakai masker dan hanskun di station yang membutuhkan -misalnya di station uji kerapuhan, uji disolusi, uji pH-

~Soo, that’s all, I’ll back later with another post about these ‘UKAI’ things, byebye~

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *