Resume Jurnal: Pengembangan dan Validasi Metode Analisis Campuran Levodopa dan Benserazid HCl dengan HPTLC


animated-laboratory-image-0020

Development and Validation of Simultaneous Estimation of Two Cathecolamines in Combine Dosage Form by HPTLC Method

*Meghal Patel (Institute of Pharmaceutical Science and Research Centre, Bhagwant University, Ajmer
Asian J. Pharm. Ana. 2014; Vo 4; Issue 2, Pg 57-77 ISSN-2231-5667

sumber: ajpaonline.com


Analisis kuantitatif obat adalah hal yang sangat penting untuk memastikan kualitas obat, maka dibutuhkan metode analisis yang sesuai karena obat akan berefek terhadap kehidupan manusia. Tujuan dari analisis adalah mendapatkan informasi kualitatitif dan kuantitatif senyawa/zat dalam sampel. Metode yang dilakukan di penelitian ini adalah metode HPTLC (High Performance Thin Layer Chromatography) / KLTKT (Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi).

Sampel yang digunakan adalah obat untuk penyakit parkinson yaitu kombinasi levodopa dan karbidopa.

Tahap pertama yang dilakukan pada penelitian ini adalah penyiapan plat dan chamber. Plat KLTKT yang
digunakan adalah silika gel GF, yang diaktifkan terlebih dahulu dengan diovenn pada suhu 110OC selama 30 menit. Chamber dijenuhkan dengan kertas saring selama 30 menit, tujuan dari penjenuhan adalah agar distribusi solven merata.

Selanjutnya dibuat larutan baku induk dan larutan seri kalibrasi untuk masing-masing zat. Dimana kalibrasi levodopa pada konsentrasi 200-700 ng/spot dan carbidopa 200-700 ng/spot. Pelarut yang digunakan adalah HCl 0,05N:etanol (1:1).

Selanjutnya dilakukan optimasi fase gerak, yang dipilih berdasarkan literatur dan percobaan, pada penelitian ini dicobakan beberapa variasi fase gerak, yaitu:

  1. n-butanol:asam asetat glasial:sikloheksana (8:1:1 v/v/v)
  2. n-butanol:asam asetat glasial:air (8:1:1 v/v/v)
  3. toluen:etil asetat:asam asetat glasial (4:2:3,5 v/v/v)
  4. aseton:klorofom:n-butanol:asam asetat glasial (6:4:4:4 v/v/v/v)
  5. aseton:kloroform:n-butanol:asam asetat glasial:air (6:4:4:4:3,5 v/v/v/v/v)
  6. aseton:kloroform:n-butanol:asam asetat glasial:air (5:5:4:3,5:2 v/v/v/v/v)

fase gerak terpilih adalah kombinasi aseton:kloroform:n-butanol:asam asetat glasial:air (5:5:4:3,5:2 v/v/v/v/v) yang memberikan nilai Rf levodopa 0,26 dan carbidopa 0,83.

Kemudian dilakukan validasi metode yang meliputi linearitas, batas deteksi, batas kuantitasi, presisi dan akurasi. Uji linearitas memberikan nilai koefisien korelasi (r) yang sama untuk levodopa dan carbidopa yaitu 0,997. Batas deteksi dan batas kuantitasi levodopa masing-masingnya adalah 25,5ng/spot dan 51,56 ng/spot, dan carbidopa 57,56ng/spot dan 86,87ng/spot. Presisi dilakukan pada 3 tingkat konsentrasi dengan 3 kali pengulangan. Uji presisi meliputi presisi intraday dan interday, yang memberikan hasil %RSD levodopa kisaran 1,3-4,2% dan carbidopa kisaran 1,5-4,0%. Sedangkan untuk akurasi dilakukan pada 3 tingkat dengan penambahan 80%, 100% dan 120%, memberikan hasil % perolehan kembali levodopa pada kisaran 98,02-99,66% dan carbidopa 98,4-101,9%. Pada penentuan kadar tablet dengan 3 merek tablet, didapatkan % kadar levodopa pada kisaran 95,6-103,1% dan carbidopa 96,1-104,95%.

Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa metode HPTLC adalah metode yang sesuai karena simpel, akurasi dan presisinya bagus. Pengembangan metode ini sensitif dan spesifik dengan presisi dan akurasi yang tinggi akan memudahkan untuk analisis rutin levodopa dan carbidopa dalam bentuk kombinasi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *