Resume Jurnal: Prescribing Error


 

Jurnal: What is a prescribing error?

by: B Dean, N Barber, M Schachter (Quality in Health Care 2000;9:232–237)

Refill-Prescription-e1328227693956

Apa itu prescribing error?

Masalah utama dalam menafsirkan jumlah/angka kejadian prescribing error adalah defenisi error yang digunakan masih ambigu dan belum jelas.

Ada banyak variasi terhadap prescribing error, misalnya Betz dan Levy memasukkan “peresepan obat tanpa informasi yang cukup pada pasien tentang penggunaan obat yang benar dan efek yang ditimbulkan”, sementara Tesh memasukkan “peresepan obat dengan nama dagangnya”, sementara yang lainnya tidak menganggap ini sebagai prescribing error.

Sehingga, hampir tidak bisa untuk membandingkan data dari uji/studi berbeda. Sehingga diperlukan defenisi yang “clear” tentang prescribing error ini.

Pada jurnal ini dilakukan penelitian terhadap 34 panel yang diberikan 42 skenario, dimana hasil yang diharapkan adalah defenisi prescribing error secara umum yang disepakati dan dari 42 skenario mana yang disepakati sebagai prescribing error dan mana yang bukan prescribing error.

34 koresponden yang terlibat terdiri dari dokter, apoteker dan perawat:

1

Dengan skenario yang diberikan adalah:

2

Metode yang digunakan adalah teknik analisis delphi (suatu teknik dengan rangkaian kuisioner, dengan 2 stage)

Pada stage 1, diberikan pernyataan oleh peneliti tentang defenisi prescribing error sebagai berikut:

A prescribing error occurs when, as a resultof a prescribing decision or prescription writing process, there is an unintentional significant (1) reduction in the probability of treatment being timely and effective or (2) increase in the risk of harm

Koresponden akan memberi nilai dari 1-9 dan memberi masukan tentang defenisi yang diberikan, serta memberi skor terhadap 42 skenario yang disajikan, kemudian dilanjutkan ke stage 2.

Dimana hasil yang didapatkan adalah:

1. Defenisi prescribing error:

A clinically meaningful prescribing error occurs when, as a result of a prescribing decision or prescription writing process, there is an unintentional significant (1) reduction in the probability of treatment being timely and effective or (2) increase in the risk of harm when compared with generally accepted practice”.

2. Prescribing error dan bukan prescribing error

  • Situasi yang termasuk prescribing error:

3

  • Situasi yang mungkin termasuk prescribing error (tergantung pada kondisi klinis pasien):

4

  • Situasi yang tidak termasuk prescribing error:

5

Secara keseluruhan, profesi kesehatan sudah memiliki kesamaan pemikiran tentang prescribing error, namun perlu adanya generalisasi dengan aturan/kesepakatan umum tentang prescribing error ini, sehingga dapat ditentukan dengan pasti dan jelas situasi mana yang termasuk prescribing error dan mana yang tidak termasuk prescribing error.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *