Terapi Obat Golongan Aminoglikosida


Haaaaaaaaaaai, masih lanjutan dari series (?) obat dengan indeks terapi sempit (narrow therapeutic window), kali ini adalah tentang obat golongan aminoglikosida.

antibiotik-penghambat-sintesis-protein-12-638

Untuk topik obat sebelumnya bisa dilihat di sini ya:

Penyesuaian Dosis Vankomisin

 

Teofilin: Narrow Therapeutic Index Drug

 

Terapi Obat Digoksin

 

AMINOGLIKOSIDA

Aminoglikosida adalah golongan antibiotik yang aktif bekerja menghambat bakteri gram postif dan negatif, yang digunakan untuk infeksi serius.

 

Beberapa contoh dari antibiotik golongan ini adalah:

Amikacin, Gentamicin, Apramycin, Isepamicin, Arbekacin, Kanamycin, Astromicin, Micronomicin, Bekanamycin, Neomycin, Dibekacin, Netilmicin, Dihydrostreptomycin, Sisomicin, Streptomycin, Etimicin, Tobramycin, Framycetin

 

Mekanisme Kerja

Aminoglikosida merupakan bakterisid. Mekanisme kerja belum diketahui pasti, namun obat bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan berikatan secara irreversible pada subunit ribosomal 30S.

 

Farmakokinetik

Diabsorbsi sedikit dari GI, terdistribusi baik ke tubuh setelah pemberian secara parenteral, namun penetrasi ke CSF buruk. Dieksresikan melalui urin dengan filtrasi glomerulus.

 

Penggunaan

Parenteral

Amikasin, gentamisin dan tobramisin diberikan melalui IM atau IV pada pengobatan jangka pendek atau infeksi parah, termasuk infeksi saluran nafas, septicemia, infeksi kulit atau jaringan lunak, yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Obat ini juga efektif pada infeksi saluran urin.

Oral

Neomisin, paromomycin (jarang) diberikan oral untuk menghambat bakteri di saluran cerna sebagai terapi tambahan terhadap pasien dengan pembatasan protein dan sebagai terapi pendukung pada orang dewasa dan anak dengan ensefalopati hati.

Neomisin diberikan oral sebagai tambahan untuk pembersihan mekanis usus besar untuk profilaksis pra-operasi pada pasien yang menjalani operasi kolorektal, dan juga digunakan dalam pengobatan hiperkolesterolemia.

 

Rute Pemberian

Amikasin, gentamisin, kanamisin dan tobramycin diberikan melalui IM atau IV. Pemberian secara IV umumnya direkomendasikan pada pasien dengan infeksi, septikimiaa, syok, hipotensi berat, gagal jantung kongestif, gangguan hematologis, luka bakar parah.

Streptomisin diberikan melalui IM, juga diberikan melalui IV.

Neomisin dan paramomycin diberikan melalui oral.

Kanamisin juga diberikan secara oral, namun bentuk sediaan oral tidak lagi tersedia di AS.

Larutan tobramisin untuk inhalasi oral diberikan melalui nebulizer.

Amikasin, gentamisin dan tobramisin diberikan melalui intratekal atau intraventrikulaar untuk pengobatan infeksi SSP. Pemberian aminoglikosida melalui intraventrikular biasanya lebih disukai daripada pemberian intratekal, terutama pada kasus ventrikulitis, untuk memastikan konsentrasi obat cukup pada SSP.

Aminoglikosida tidak boleh dicampur dengan obat lain atau diinfuskan bersamaan melalui tabung yang sama dengan obat lain.

 

Dosis

Dosis aminoglikosida harus diberikan individual dengan mempertimbangkan berat badan pasien, status ginjal, konsentrasi serum, tingkat keparahan infeksi.

 

Dosis yang dianjurkan:

Gentamisin / tobramisin: 6 mg/kg IV (rentang 5-7 mg/kg)

Amikasin / streptomisin: 15 mg/kg IV

Dosis diberikan pada 50-100 ml NS / D5W IV selama 30 menit.

Dosis harus berdasarkan pada berat badan ideal (IBW).

Pada pasien obesitas (IBW >125%), dosisnya berdasarkan pada IBW ditambah 40% dari perkiraan massa jaringan adiposa [IBW + 0,4 (TBW-IBW)]

 

1

2

3

4

5

6

78910

 

Lama Terapi

Durasi terapi IM / IV aminoglikosida untuk pengobatan banyak infeksi adalah 7-10 hari. Meskipun durasi lebih lama mungkin diperlukan pada infeksi berat, potensi toksisitas meningkat pada pemakaian lebih dari 10 hari.

Terapi aminoglikosida berkepanjangan harus dihindari dan durasi pengobatan harus dibatasi pada jangka pendek jika memungkinkan. Keamanan penggunaan obat ini pada waktu lebih dari 14 hari belum diuji. Jika penggunaan aminoglikosida lebih dari 10 hari. harus selalu dipantau konsentrasi serum, fungsi ginjal, pendengaran dan vestibular.

 

Referensi

AHFS Drug Information

Bauer, Larry. Applied Clinical Pharmakokinetics.

Craig, Charles R, and Robert E. Stitzel. 2004. Modern Pharmacology with Clinical Applications. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 6th Ed

Sean C Sweetman. 2011. Martindale: The Complete Drug Reference. 36th ed. UK:  Pharmaceutical Press

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *