Patofisiologi Cushing’s Syndrome (Sindrom Cushing)


Wassap gaes, berikut sedikit ulasan tentang Cushing’s syndrome atau dalam bahasa Indonesia disebut Sindrom Cushing, check it out!

Cushing's_syndrome

Gambar dari https://en.wikipedia.org/

Cushing Syndrome / Sindrom Cushing adalah kelainan yang disebabkan oleh adanya efek yang membahayakan terhadap organ tubuh karena tingginya kadar hormon kortisol yang beredar di dalam darah.

Sindrom Cushing dapat disebabkan oleh obat-obatan atau tumor. Kadang ada tumor dari kelenjar adrenal yang membuat kortisol bertambah banyak. Dapat juga disebabkan oleh tumor pada kelenjar hipofisis. Tumor pada hipofisis menghasilkan ACTH yang berlebihan, merangsang kelenjar adrenal untuk tumbuh (hiperplasi) dan menghasilkan kortisol secara berlebihan, jenis ini merupakan yang terbanyak, dan ini disebut cushing disease. ACTH juga dapat dihasilkan dari luar hipofisis, dapat disebabkan oleh tumor, baik jinak atau ganas yang berasal dari paru-paru, kelenjar timus, pankreas, dan organ lainnya, dan ini disebut sebagai tumor ektopik.

4

.1

PATOFISIOLOGI

Patofisiologi pada sindrom Cushing dibedakan berdasarkan penyebab hiperkortisol (produksi hormon kortisol yang berlebih), antara lain :

ACTH-Dependent Cushing’s Syndrome

ACTH-Independent Cushing’s Syndrome

 

Mari kita bahas satu persatu:

ACTH-Dependent Cushing Syndrome

a. Penyakit Cushing (Cushing disease)

Penyakit Cushing adalah penyebab terbanyak dari sindrom Cushing yang spontan. Apabila penyebab iatrogenik sudah dapat disingkirkan, maka penyebab lain yang paling sering adalah penyakit Cushing, yang merupakan 70% penyebab dari sindrom Cushing. Kasus ini lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki laki, dengan perbandingan 7-8:1, sebagian besar terjadi pada usia dekade 3 atau 4. Ini disebabkan oleh adanya hipersekresi ACTH oleh adenoma hipofisis.

Penyebab dari penyakit Cushing sendiri masih dipertanyakan apakah merupakan primer dari hipofisis sendiri atau sekunder dari adanya kelainan pada hipotalamus. Teori hipotalamus menyatakan bahwa ACTH-secreting adenomas timbul karena adanya disfungsi regulasi dari kortikotropin yang disebabkan stimulasi kronis dari CRF atau arginin vasopressin, sedangkan penelitian lain mendukung adanya defek primer dari hipofisis sebagai penyebab.

2

b. Ectopic ACTH Cushing’s syndrome

Dari 15% kasus, sindrom Cushing berhubungan dengan tumor non hipofisis penghasil ACTH, ini disebut sebagai Ectopic ACTH syndrome. Terdapat pada tumor dengan tingkat keganasan yang tinggi, seperti small cell ca bronchus dan muncul secara perlahan pada pasien dengan tumor neuroendokrin seperti bronchial carcinoid. Pada kasus tertentu, secara klinis lebih menyerupai penyakit Addison daripada sindrom Cushing. Konsentrasi ACTH di sirkulasi dan sekresi kortisol sangat tinggi, sehingga durasi munculnya gejala lebih singkat (3 bulan). Penurunan berat badan, miopati dan glukosa intoleransi merupakan gejala utama dan khas.

3

c. Ectopic Corticotropin Releasing factor (CRF) Cushing’s syndrome

Merupakan penyebab yang jarang terjadi dari hipofisis dependent Cushing syndrome.

 

ACTH-Independent Cushing’s Syndrome

a. Adenoma dan karsinoma penghasil kortisol

Adenoma adrenal merupakan penyebab sindrom Cushing dengan angka kejadian sekitar 10-15%, sedangkan disebabkan oleh karsinoma sekitar <5%. Pemeriksaan dengan menggunakan kontras, didapatkan 65% kejadian sindrom Cushing disebabkan oleh kelenjar adrenal, 15% adenoma dan 50% karsinoma. Gejala klinis timbul secara bertahap pada pasien dengan adenoma sedangkan pada pasien dengan karsinoma timbul lebih cepat. Sebagai gejala tambahan dari hiperkortisolisme ini, pasien mengeluh nyeri di pinggang atau perut dan tumor dapat diraba. Tumor dapat menghasilkan steroid lain seperti androgen atau mineralokortikoid. Pada wanita, dapat menimbulkan gejala maskulinisasi, pertumbuhan rambut yang berlebihan, pembesaran klitoris, atrofi payudara, suara yang mengeras, dan jerawat.

b. Primary pigmented nodular adrenal hyperplasia (PPNAD) dan Carney’ syndrome

Sekitar 100 kasus dari independent ACTH Cushing’s Syndrome, terdapat nodul adrenal kecil dan berpigmen, bilateral. Secara patologi nodul nodul ini berdiameter 2-4 mm (dapat lebih besar), berwarna coklat atau hitam. Pengobatan dengan bilateral adrenalektomi. Carney’Complex adalah suatu varian familial autosom dominan, terdiri dari tumor mesenkim, bercak kulit berpigmen, tumor saraf perife

c. Mc Cune Albright syndrome

Pada kondisi ini, dysplasia fibrosis dan pigmentasi kutaneus dapat berhubungan dengan hipofisis, adrenal, tiroid, hiperfungsi gonad. Manifestasi yang paling umum adalah perkembangan seksual terlalu cepat dan kelebihan hormon pertumbuhan, tapi sindrom Cushing juga pernah dilaporkan.

 

Note: Cushing’s syndrome dan cushing disease itu berbeda ya gaes, cushing disease adalah salah satu macam cushing’s syndrome yang berdasarkan patofisiologinya termasuk ACTH-dependent cushing’s syndrome.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *