Mengenal “Compulsive Hoarding”, Kebiasaan Menimbun Barang


Hello gaes, kali ini aku ingin membahas gangguan kejiwaan yang disebut “Hoarding disorder / Compulsive hoarding“. Pelakunya disebut “hoarder“. Singkatnya, hoarding adalah suatu perilaku/kebiasaan menimbun barang, yang disertai dengan ketidakmampuan untuk membuang barang tsb, walaupun barang itu tidak penting atau tidak dipakai.

gambar dari https://www.pinterest.com

gambar dari https://www.pinterest.com

Perilaku penimbunan ini akan mendatangkan dampak buruk bagi penderita, mulai dari risiko kesehatan hingga kerugian dari segi ekonomi akibat -kebiasaan membeli benda-benda yang tidak dibutuhkan, selain itu juga menyebabkan keterbatasan di dalam rumah akibat penumpukan barang, sehingga beresiko terjadinya kebakaran, jatuh, sanitasi yang buruk dan dampak kesehatan lainnya.

Berbeda dengan kolektor yang memiliki tujuan dalam mengumpulkan barang dan menata koleksinya dengan rapi, seorang hoarder menumpuk berbagai barang yang tidak dibutuhkan dan tidak membuang barang yang tidak dipakai, biasanya selama belasan hingga puluhan tahun.

 

gambar dari http://www.dailyinfographic.com

gambar dari http://www.dailyinfographic.com

Hoarder meletakkan barang-barang tsb di tempat yang tidak umum digunakan untuk menyimpan barang seperti kamar mandi, ruang makan, ruang tamu, dapur sehingga ruangan tsb beralih fungsinya. Tempat tidur yang penuh dengan barang dan tidak bisa digunakan, dapur tidak bisa dipakai untuk memasak karena banyak tumpukan sisa makanan, lemari es yang penuh dengan tumpukan bahan makanan yang sudah membusuk, kotoran hewan yang berserakan (bahkan kadang ditemukan bangkai hewan yang sudah membusuk dan hancur). Hiii…..

hoarding-photo

gambar dari http://www.eldercareresourcesalbany.com/

Hoarding-5

gambar dari http://whidbeydailynews.com

selling-with-tenants

gambar dari http://markallansmusings.blogspot.co.id

8a6599e8d04c9bcf9e5d4677b9b7793c

gambar dari https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Gambar dari http://www.raccoltedifferenziate.it

Gambar dari http://www.raccoltedifferenziate.it

Beberapa gambar di atas adalah contoh dari perilaku hoarding, jadi hoarding bukan hanya sekedar perilaku menimbun barang, namun lebih ekstrim dari itu.

Ada satu program di channel Lifetime yang memperlihatkan kehidupan hoarders di Amerika dan bagaimana mereka akhirnya bisa terbebas dari hoarding disorder ini.

Dalam tayangan tsb ditampilkan kondisi rumah dan kehidupan hoarders, yang kemudian dilakukan pembersihan yang melibatkan psikiater dan tim petugas pembersih. Selama pembersihan ini sering muncul konflik, baik dengan keluarga dan diri penderita sendiri (karena penderita seringkali tidak menyadari kebiasannya ini, adanya rasa ikatan yang kuat dengan barang-barang tsb membuat penderita sangat tidak rela untuk membuang barang). Sehingga akan menghambat proses pembersihan, makanya di sini dilibatkan psikiater karena gangguan kejiwaan ini tidak bisa langsung disembuhkan dalam beberapa hari, harus berkelanjutan dan penderita harus diberi terapi khusus agar perilaku ini tidak terulang kembali.

Penyebab hoarding ini bermacam-macam, mulai dari kebiasaan menumpuk dan tidak membuang barang yang dilakukan terus menerus sehingga semakin parah, ada juga akibat dari stress, trauma, korban tindak kekerasan & bullying, hubungan dengan keluarga yang tidak harmonis  (bisa karena pertengkaran, perselingkuhan, dll).

Selain hoarding tingkat ekstrim tsb, ada beberapa jenis hoarding yang lebih spesifik, diantaranya:

Book hoarding

gambar dari http://www.moresauce.com.au

gambar dari http://www.moresauce.com.au

Animal hoarding

gambar dari https://www.sparefoot.com/

gambar dari https://www.sparefoot.com/

Ciri-ciri utama perilaku hoarding adalah kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan tidak diketahui fungsinya, mulai dari barang-barang kecil seperti tumpukan kertas (yang tidak diperlukan), pakaian (yang sudah tidak layak pakai), patahan benda, dan barang-barang lain yang “dirasa” penderita “suatu saat akan dibutuhkan”.

Sedangkan untuk ciri-ciri hoarding yang lebih parah adalah kecenderungan untuk menutup diri dari lingkungan sosial, penderita tidak mau menerima tamu dan jarang keluar rumah, merasa depresi dan cemas.

Selain dengan terapi kejiwaan secara kontinu, kadang disertai dengan terapi obat dengan pemberian antidepresan.

Jadi, jangan pernah anggap remeh “hobi” menumpuk barang ya, karena bisa jadi itu akan mengarah pada perilaku hoarding.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *