Noctiva: Obat Baru untuk Pengobatan Poliuria Nokturnal


Poliuria Nokturnal (Nokturia) adalah kondisi kelebihan produksi urin pada malam hari, sehingga penderita akan cenderung terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Nokturia dapat disebabkan oleh CHF, diabetes melitus dengan pengontrolan yang tidak baik, obat atau penyakit kandung kemih/prostat.

Obat yang pertamakali disetujui oleh FDA untuk pengobatan nokturia adalah Noctiva (Desmopressin asetat), dalam bentuk semprot hidung (nasal spray). Desmopressin merupakan agonis selektif pada reseptor V2 pada sel ginjal di duktus kolektivus, meningkatkan penyerapan air melalui ginjal, yang menyebabkan produksi urin berkurang.

Noctiva digunakan setiap hari, sekitar 30 menit sebelum tidur. Obat ini hanya diberikan untuk pasien yang terbangun pada malam hari sekurangnya 2 kali dan belum diujikan untuk pasien di bawah 50 tahun.

Efek samping obat adalah ketidaknyamanan hidung, gejala flu (nasopharyngitis), hidung tersumbat, bersin-bersin, tekanan darah  meningkat, sakit punggung, pendarahan hidung, bronchitis dan pusing

Cara Penggunaan:

f0
Tarik dan pisahkan tutup botol

f01

Buang klipnya (lihat pada gambar)

f02

Pegang botol dengan tegak dan jauhkan dari wajah, tempatkan 1 jari pada setiap sisi pada pangkal aplikator dan ibu jari pada bagian bawah botol

f03

Tekan pompa aplikator 5 kali dengan gerakan ke atas dan ke bawah

f04

Hembuskan nafas lewat hidung untuk membersihkan lubang hidung

f1

Pegang botol dalam posisi tegak

f2

Kepala dimiringkan sedikit

f3

Masukkan aplikator pada hidung kanan/kiri, botol tetap dalam posisi tegak, tutup lubang hidung yang terbuka dengan jari

f4

Hirup perlahan ketika memompa aplikator 1 kali, kemudian bernafas lewat hidung dan buang lewat mulut beberapa kali

f5

Lap aplikator dengan tisu bersih

f6

Tutup botol obat kembali

f7

Sumber: http://www.fda.gov/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *