Aging dan Anti-Aging


Anti-aging

image from google

Banyak usaha untuk menghindari aging/penuaan antara lain dengan mengkonsusi makronutrien dan mikronutrien. Makro nutrient antara lain seperti sumber karbohidrat, lemak, dan protein. Untuk mikronutrien antara lain vitamin, antioksidan, dan mineral.

Read: AGING (Penuaan): Defenisi, Mekanisme, Faktor dan Fase
Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan, melindungi kulit dari kerusakan berbahaya sinar UV. Vitamin c yang ada sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penuaan pada kulit yang dapat mengurangi keelastisan kulit. Cara kerja yang dilakukan vitamin c pada kulit manusia adalah dengan menghambat kerja enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen. Jika kulit sering terpapar sinar matahari, enzim ini akan cepat terangsang untuk membentuk pigmen. Bila proses pigmentasi itu dihambat, otomatis kulit jadi bersih dan cerah.

Magnesium bertanggung jawab untuk lebih dari 300 proses metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan dari mineral dapat menyebabkan masalah – masalah kesehatan.  Magnesium dikenal sebagai mineral anti stress, Magnesium telah ditemukan untuk membantu menghindari pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes, membantu memelihara kekuatan tulang dan memberikan kontribusi untuk harapan hidup yang lebih lama dengan mengurangi resiko dari sakit jantung dan membatasi efek dari radikal bebas. Tanpa di ragukan lagi Magnesium merupakan sebuah komponen yang berharga dari anti aging ( anti penuaan ).

Kandungan Anti Aging

Vitamin A

Vitamin A biasanya disebut sebagai retinol, merupakan agen pengelupasan yang dapat memicu peroduksi kolagen sehingga kulit menjadi halus dan lebih kencang. Namun biasanya akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet (biasanya digunakan untuk krim malam), dan penggunaannya harus hati-hati karena kadang dapat menyebabkan iritasi. Vitamin A yang dikemas dalam produk anti-aging akan dikonversi menjadi retinol yang berfungsi untuk meningkatkan produksi kolagen.

Flor A. Mayoral, MD, seorang dermatologis asal Amerika Serikat, menyatakan pentingnya kolagen untuk kulit wajah. “ketika kulit terus menerus memproduksi kolagen, maka garis halus tidak akan ada,” jelas dr. Flor

Vitamin C

Kandungan yang tak kalah pentingnya adalah vitamin C, karena dapat membantu pembentukan kolagen baru, menghaluskan kulit, menghentikan atau memudarkan kerusakan akibat sinar matahari seperti bintik-bintik cokelat, sehingga kulit terlihat lebih muda.

Kandungan yang tertulis di label produk biasanya asam L-askorbat, tapi ia memiliki masa penggunaan yang terbatas yaitu hanya selama 6 bulan saja. Karenanya para ahli menyarankan untuk menjaga krim agar benar-benar tertutup rapat, sehingga efektivitas vitamin ini tidak berkurang ketika terkena udara.

Retinoid, Retinol dan Asam Retinoid

Retinoid merupakan vitamin A turunan yang ditemukan lebih dari 40 tahun yang lalu. Awalnya resep retinoid diberikan oleh dokter-dokter kulit untuk mengobati masalah jerawat pasiennya. Ternyata bukan hanya jerawat saja yang terobati tapi kulit para pasien tersebut terlihat semakin bersih, halus, cerah dan memudarnya garis-garis halus serta kerutan wajah. Produk retinoid pertama yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) bernama Retin-A. Karena retinoid ini sensitif terhadap sinar matahari, maka para dokter menganjurkan untuk memakainya pada malam hari sebelum tidur. Retinoid juga bisa didapatkan hanya dengan menggunakan resep dokter kulit.

Sedangkan retinol merupakan turunan dari retinoid dengan efek yang lebih lembut. Retinoid dapat membuat kulit menjadi kering dan kemerahan, karena itu biasanya pemakaian retinoid diikuti dengan pengaplikasian pelembap. Retinol tidak menyebabkan iritasi terlalu banyak, namun juga tidak memberikan perubahan pada kulit sedramatis retinoid.

“Awalnya resep retinoid diberikan oleh dokter-dokter kulit untuk mengobati masalah jerawat pasiennya. Ternyata bukan hanya jerawat saja yang terobati tapi kulit para pasien tersebut terlihat semakin bersih, halus, cerah dan memudarnya garis-garis halus serta kerutan wajah.”

Mengapa?

Retinoid memiliki banyak jenis turunan, dari yang paling kuat hingga yang paling lemah, yaitu tazarotene, tretinoin atau retinoic acid, adapalene, retinaldehyde dan kemudian retinol. Produk-produk anti aging yang dapat dibeli bebas memiliki kandungan retinol ataupun retinaldehyde, sedangkan jenis turunan retinoid lainnya hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Kulit kita hanya dapat menerima retinoid dalam bentuk retinoic acid. Karena itu semua jenis retinoid harus dikonversi dahulu ke dalam bentuk retinoic acid baru dapat digunakan langsung oleh kulit, karena retinoic acid merupakan bentuk yang paling tepat. Apabila kita menggunakan produk dengan dengan bahan retinol, pertama-tama retinol tersebut harus dikonversi menjadi retinaldehyde kemudian dikonversi lagi menjadi retinoic acid baru kemudian dapat diproses oleh kulit. Itu sebabnya retinol merupakan turunan retinoid yang terlemah.

Namun semakin berkembangnya teknologi dan sains, perusahaan kosmetik dapat menciptakan microencapsulation pada retinol, yaitu proses mengelilingi setiap molekul retinol dengan lapisan polymer yang melindungi retinol dari sinar matahari, oksigen dan penyerang lainnya. Karena itu sekarang semakin bermunculan retinol-retinol yang dapat aman digunakan pada pagi hari, untuk kulit sensitif hingga pada area bagian mata

Vitamin E
Vitamin E diketahui mampu menyembuhkan luka terbakar karena sinar matahari, radang dan kerusakan lainnya yang terjadi di kulit. Vitamin ini juga dapat melindungi kulit dari radikal bebas yang menyerang sel-sel serta meningkatkan efektivitas antioksidan lainnya seperti vitamin C. Kandungan yang paling sering tercantum di label produk adalah tokoferol.

Asam glikolat

Komponen yang satu ini biasa disebut dengan ‘bahan super’. Karena bahan ini dapat berfungsi sebagai:

  • Menghilangkan lapisan atas kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel baru
  • Peptida yang membantu produksi kolagen
  • Idebenone yaitu antioksidan yang dapat melawan radikal bebas secara agresif
  • Niacinamida yang merupakan turunan dari bitamin B3 dan berfungsi membantu menghasilkan sel-sel kulit baru, mengurangi peradangan serta memudarkan titik-titik penuaan
  • Tabir surya yang akan menghambat sinar ultraviolet berbahaya.

Alpha hydroxy acid (AHA)

Kandungan AHA berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati sehingga regenerasi kulit dapat berjalan secara optimal. Selain dikenal sebagai AHA, bahan aktif tersebut sering juga berlabel sebagai asam glikolat.

Vitamin B3 (niacin)

Vitamin B3 adalah zat yang berfungsi sebagai perisai bagi sel-sel kulit. Cara kerjanya adalah dengan menghilangkan berbagai racun yang dapat membuat kulit menjadi tidak sehat. Bonus tambahannya, vitamin ini juga dapat mengurangi iritasi yang muncul ketika kita menggunakan vitamin A terlalu lama.

Cara-cara yang dapat digunakan untuk mengobati dampak penuaan

Injeksi Toksin Botulinum

Ahli dermatologis telah mengumpulkan efek biologis yang berguna dari toksin botulinum untuk mengobati efek dari penuaan seperti garis-garis pada dahi dan keriput pada wajah. Ahli dermatologis menggunakan toksin botulinum yang dimurnikan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk diinjeksikan pada target di wajah. Hasilnya saraf yang memblokade otot menyebabkan imobilisasi lokal pergerakan otot. Imobilisasi ini mencegah pembentukan garis-garis kerut dan keriput ketika pasien mengerutkan dahi.

Hasil pengobatan ini bertahan 3-4 bulan. Untuk hasil yang maksimal, pengobatan dengan toksin botulinum ini diulangi selama beberapa kali dan dikombinasikan dengan program training membiasakan otot untuk meminimalisir ekspresi kerutan wajah. Pengobatan dengan toksin botulinum dilakukan kurang lebih 30 menit di kantor ahli dermatologis. Harga yang mahal, risiko besar, tidak praktis merupakan kekurangan dari injeksi ini.

Injeksi Kolagen 

Kolagen merupakan zat yang terdiri atas serat protein dari jaringan manusia dan binatang. Kolagen memberikan kekuatan dan struktur pada kulit, tulang, dan ligamen. Sebagian besar kolagen yang digunakan untuk pengobatan cara ini berasal dari binatang. Bagaimanapun orang yang alergi terhadap kolagen sapi atau zat mirip kolagen dapat donor sendiri dari pasien atau jaringan donor.

Ahli dermatologis akan memeriksa apakah pasien alergi terhadap kolagen sapi. Efek injeksi kolagen dapat bertahan 3-12 bulan. Sama dengan injeksi botulinum, harga yang mahal, risiko besar, tidak praktis, dan dapat menimbulkan alergi merupakan kekurangan dari injeksi ini.

Produk-produk OTC (Over-the-counter) mengandung retinol (keluarga vitamin A), AHA, antioksidan seperti vitamin C dan E serta pelembab dapat mengurangi munculnya garis-garis halus dan keriput. Produk yang digunakan secara topikal ini relatif lebih praktis dan aman sehingga lebih disukai.

Penyebab penggunaan anti aging tidak efektif

  • Krim anti aging banyak yang hanya mencerahkan dan melembabkan sementara

Banyak sekali krim yang beredar di pasaran hanya memberi efek sementara, baik itu dalam menjaga kelembaban, membuat kulit lebih terang dan berseri. Hal ini bisa terlihat ketika berhentik menggunakan krim satu hari saja, maka kulit akan terlihat seperti kondisi normal.

  • Berhenti menggunakan krim secara mendadak

Berhenti menggunakan krim juga dapat menyebabkan krim tidak bekerja maksimal, biasanya karena timbul alergi pada kulit seperti ruam dan kemerahan

  • Bekerja saat diterapkan di bawah kulit

Ada banyak produk kecantikan khusus untuk anti penuaan yang menggunakan komposisi yang hanya bisa bekerja saat diterapkan di bawah kulit bukan saat diterapkan di permukaan kulit.

  • Krim tidak dibuat berdasarkan resep dokter

Jika memilih membeli produk di pasaran tanpa resep dokter, maka mungkin akan terlihat perubahan pada kulit. Tetapi, krim tsb akan sangat mungkin tidak bisa memberikan anti penuaan secara maksimal karena kandungan persentasenya yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulit

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *