Suppositoria dan Sediaan Khusus Lainnya


suppository

pict from here

Obat sediaan khusus seperti suppositoria, obat tetes (mata, hidung, telinga), inhalasi, spray dsb perlu perhatian lebih karena cara penggunaan yang berbeda dengan sediaan obat pada umumnya seperti obat tablet, sirup, sehingga dibutuhkan kepahaman pasien tentang cara menggunakan obat agar penggunaan obat efektif dan tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Beberapa obat sediaan khusus tersebut adalah:

SUPPOSITORIA

Suppositoria adalah sediaan padat dalam berbagai ukuran, bobot dan bentuk yang digunakan dengan cara disisipkan di rectal (dubur), vagina atau uretra.

Basis Suppositoria

Basis untuk suppositoria ada berbagai macam, misalnya basis lemak/minyak, basis larut air dan basis campuran.

1. Basis berlemak/berminyak

contoh: minyak biji kapas, oleum cacao

Oleum cacao adalah minyak yang berasal dari cacao (kelapa)

(+) : tidak toksik

(+) : lunak, meleleh pada suhu tubuh

(-) : mudah tengik (solusi: diberi antioksidan, ex: BHT, PHA, vit E, vit C)

(-) : bisa mencair jika bercampur dengan senyawa tertentu

Penggunaan oleum cacao sering ditambahkan dengan senyawa lain seperti Unguentum simplex

2. Basis larut air

contoh:

a. Gliserin dan gelatin >> jika digabungkan akan berwarana kuning

b. Gliserin dan Na stearat

c. PEG (Poli Etilen Glikol

3. Basis campuran yang berlemak dan larut air

contoh: surfaktan, tween, span

 

Cara Pembuatan Suppositoria

-> yaitu dengan cara cetak tangan, cetak tuang dan metoda kompresi

 

1. Cetak tangan

-> obat dibuat manual menggunakan tangan

2. Cetak tuang

-> dengan menggunakan cetakan seperti cetakan kue

100_1002

pict from here

3. Metode kompresi

-> sudah skala industri, hal-hal yang perlu diperhatikan:

a. alat cetak yang digunakan harus bersih

b. periksa cetakan, agar tidak lengket, ditambahkan gliserin sebagai pelumas

c. basis, oleum cacao dilelehkan dengan waterbath secara bertahap, dimulai saat WB baru dinyalakan agar suhu naik secara perlahan

d. zat aktif, ukuran partikel yang terlalu besar diperkecil dengan cara digerus, baru kemudian dicampur dengan basis, pencampuran dengan cara basis yang sudah dilelehkan dimasukkan sedikit demi sedikit ke zat aktif, lalu dihomogenkan

Sebelum dicetak, alat yang digunakan harus dikalibrasi

  • timbangan neraca : ditarakan

  • timbangan digital : dinolkan

  • alat cetakan : dimasukkan basis ke 3 lubang sampai penuh, didinginkan sampai keras lalu ditimbang

Hal yang harus diperhatikan saat pembuatan suppositoria adalah density, karena perbedaan density akan menyebabkan perbedaan volume sehingga perlu penambahan basis obat agar volume obat yang dibuat sesuai dengan cetakan, ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menghitung basis yaitu:

a. menggunakan bilangan pengganti

b. menggunakan density factor (selengkapnya akan dibahas di postingan selanjutnya)

 

TETES TELINGA

  • tujuan penggunaan : pengobatan antiinflamasi, melunakkan kotoran telinga

  • sebaiknya digunakan sambil berbaring miring

  • telinga ditarik agar mudah saat pemberian obat, untuk anak2: telinga ditarik ke belakang, untuk dewasa: telinga ditarik ke bawah baru ditarik ke belakang, karena struktur telinga saat anak2 dan dewasa sedikit berbeda

 

TETES HIDUNG

  • posisi yang dianjurkan adalah saat berbaring

  • bisa menimbulkan efek lokal dan sistemik

efek lokal : dekongestan, digunakan untuk hidung tersumbat

efek sistemik : spray

cara pemakaian:

  • bersihkan hidung dan buang cairan di dalam hidung

  • posisi kepala menghadap ke atas, lalu teteskan obat

cara memastikan obat sudah masuk: sedikit hangatkan atau dinginkan terlebih dahulu, sehingga ketika diteteskan terasa ada cairan yang masuk

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *