Helminthiasis: tentang cacing


Helminthiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing seperti cacing kremi, cacing pita, atau cacing gelang.

Cacing2 ini hidup bebas dan sebagai parasit di tubuh manusia.

Klasifikasi:

1. Nemathelminthes

Nematoda

berbentuk bulat, struktur sederhana

contoh:

⦁ Ascaris lumbricoides
⦁ Nector americanus
⦁ Ancylostoma duodenale
⦁ Trichuris trichiura
⦁ Strongyloides stercoralis
⦁ Enterobius vermicularis

NEMATODA

No Nama & Habitat Hospes Daur Hidup Diagnosa Gejala Klinik Pengobatan & Pencegahan
1 Ascaris lumbricoides (cacing gelang)

Habitat: usus halus

Manusia Telur keluar dari tinja (belum infektif) – tanah dengan suhu 21-30 C terbentuk telur infektf – tertelan manusia – menetas di usus halus – keluar larva – menembus dd usus masuk ke kapiler darah usus – terbawa aliran darah ke hati, jantung & paru2 – kapiler paru2 pecah – larva masuk ke alveoli, bronkus, trakea, laring, tertelan masuk ke esophagus – lambung – kembali ke usus halus, tumbuh dewasa Menemukan telur dalam tinja, kadang ditemukan cacing muda/dewasa dalam tinja atau keluar dari anus/hidung anak yang sakit Ascariasis

Menimbulkan masalah gizi yang dapat menghambat pertumbuhan anak

Demam, urtikaria, kolik usus, mual & muntah, diare

Migrasi larva ke paru2 > pneumonitis

Jika menggumpal > menyumbat rongga usus > penyakit perut akut

Pemberian obat selama sekali dalam 6 bulan

Pirantel pamoat, mebendazol, levamizol hidroklorida dan garam2 hidrazin

Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan

2 Trichuris trichiura (cacing cambuk) Manusia Telur keluar dari tinja (belum infektif) – tanah lembab terbentuk telur infektf – tertelan manusia – menetas di bagian proksimal usus halus – menembus villus usus halus menetap 5-10 hari – setelah dewasa cacing menancapkan diri dengan bagian anterior pada mukosa usus dan bagian posterior bebas dalam lumen usus

Pertumbuhan dalam hospes selama 3 bulan

Penemuan telur dan cacing utuh dalam tinja

 

Trichuriasis (Trichocephaliasis)

Infeksi berat > colitis dengan darah dan lender dalam tinja

Infeksi berat pada anak > anemia, sesak napas, edema, lemah jantung

Bila masuk ke apendiks > apendisitis akut

Mebendazol, Oksantel, Pirantel pamoat

Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan

 

2. Platyhelminthes

berbentuk pipih, struktur lebih kompleks, terbagi atas:

a. Cestoda (cacing pita)

contoh;

⦁ Taenia saginata- terdapat pada sapi
⦁ Taenia solium- terdapat pada babi

b. Trematoda (cacing hisap)

contoh:

Paragonimus westermani- terdapat pada daging kepiting

 

Klasifikasi Trematoda

Klasifikasi trematoda berdasarkan habitatnya, yaitu:

1. Trematoda hepar/hati (Liver flukes)

  • Fasciola hepatica
  • Clonorchis sinensis
  • Opisthorcis felineus
  • Opisthorcis viverrini

2. Trematoda usus (Intestinal flukes)

Usus halus:

  • Fasciolopsis buski
  • Echinostoma spesies
  • Heterophyes heterophyes
  • Metagonimus yokogawai

Usus besar

  • Gastrodiscoides hominis

3. Trematoda paru (Lung flukes)

  • Paragonimus westermanii

4. Trematoda darah (Lung flukes)

  • Schistosoma haematobium
  • Schistosoma mansoni
  • Schistosoma japonicum

 

 

TREMATODA HATI

No Nama & Habitat Hospes Daur Hidup Diagnosa Gejala Klinik Pengobatan & Pencegahan
Definitif Perantara
1 2
1 Fasciola hepatica

Habitat: hati

Manusia, kambing, rusa, kelinci, mamalia herbivora Keong Lymnaea truncatula Tumbuhan air, ex: selada air M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (tumbuhan air) – Dewasa (manusia)

Ms/Kista -> keluar larva, menembus dinding usus, masuk rongga perut, menembus hati, dewasa di saluran empedu

Menemukan telur dalam tinja

 

Pemeriksaaan cairan duodenum

 

Fascioliasis “liver root”

Sakit kepala hebat, menggigil, demam, urtikaria, sakit meluas ke bahu à tanda pertama infeksi

Selanjutnya pembesaran hati, icterus, gangguan pencernaan, diare dan anemia

Bitionol 30-50mg/kgBB

10-15 hari dibaggi 2-3 dosis

Emetin, Dehidrometin, Prazikuantel

Memakan sayur yang sudah dimasak, memusnahkan keong

2 Clornochis Sinensis

Habitat: hati

Manusia, mamalia pemakan ikan Keong genus Alocinma, Bulimus, Parafossarulus, Hua Ikan M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ikan) – Dewasa (manusia)

Larva keluar dari kista dalam duodenum, bermigrasi ke saluran empedu, dewasa dalam saluran dan kantong empedu,kadang masuk ke saluran pancreas

Menemukan cacing dalam tinja Clonorchiasis

Infeksi ringan > tidak ada gejala

Jika cacing bertambah> gangguan pencernaan, anemia,pembesaran hati, icterus ringan, edema, diare

 

Prazikuantel 25mg/kgBB 3x sehari, 2 hari

Mebendazol, Albendazol

Memasak ikan sampai matang, melarang pembuangan tinja ke kolam ikan memusnahkan keong

3 Opisthorcis felineus

Habitat: hati, saluran empedu, duktus pankreatikus

Manusia, Anjing, Kucing, Anjing Hutan, Babi Keong genus Bulimus

 

Spesies ikan cyprinoid, terutama ikan chub dan tench M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ikan) – Dewasa (manusia)

Ms terekistasi di duonedeum, migrasike saluran empedu bagian distal, dewasa dalam 3-4 minggu

Menemukan telur dalam tinja Prazikuantel 25 mg/kgBB 3xsehari, 2 hari

Memasak ikan dan membuang tinja menurut cara sanitasi

4 Opisthorcis viverrini

Habitat: hati, saluran empedu, duktus pankreatikus

Manusia, Anjing, Kucing, dan mamalia pemakan ikan Keong

 

Ikan M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ikan) – Dewasa (manusia)

Ms terekistasi di duonedeum, migrasike saluran empedu bagian distal, dewasa dalam 3-4 minggu

Menemukan telur dalam tinja Kurang nafsu makan, perut kembung, anoreksia, kadang dema, rasa tidak enak dilambing

Selanjutnya dapat terjadi pembesatan hepar,icterus sementara, urtikaria

Prazikuantel 25 mg/kgBB 3xsehari, 2 hari

Memasak ikan dan membuang tinja menurut cara sanitasi

 

TREMATODA USUS

No Nama & Habitat Hospes Daur Hidup Diagnosa Gejala Klinik Pengobatan & Pencegahan
Definitif Perantara
1 2
1 Fasciolopsis buski

Habitat: usus halus

Manusia, babi, anjing, Keong genus Segementia, Hipputis, Gyraulus Tumbuhan air, ex: enceng gondok, bambu M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (tumbuhan air) – Dewasa (manusia)

 

Menemukan telur dalam tinja

 

Kadang cacing dewasa keluar dari badan

Fascioliasis “liver root”

Infeksi ringan > tidak ada gejala

Infeksi berat > gejala gastrointestinal spt kejang perut, diare, muntah

Kadang timbul edema padamuka, urtikaria serta anemia

Prazikuantel 25 mg/kgBB 3xsehari, 3 hari

NIklosamid 2g/hari 3 dosis

Tumbuhan air dimasak sebelum dimakan, dhindari penggunaan tinja sebagai pupuk tanaman

2 Echinostoma spesies

– E. lindoensis

– E. ilocanum

– E. malayanum

– E. japonicus

– E. revolutum

 

Habitat: usus halus

 

Manusia Keong Keong, ikan, tumbuhan air M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (keong, ikan/tumbuhan air) – Dewasa (manusia)

Cacing dewasa melekat pada mukosa usus dengan melekatkan bagian anterior

Menemukan telur dalam tinja Infeksi ringan > s edikit kerusakan pada mukosa usus dan iritasi

Infeksi berat > membentuk ulkus pada mukosa

Kadang menimbulkan diare, udema dan anemia

Prazikuantel & NIklosamid

Memakan siput, ikan dan tumbuhan air yang telah dimasak

Meminum air matang

3 Heterophyes heterophyes

Habitat: usus halus

Manusia, mamalia pemakan ikan Keong air payau Ikan M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ikan) – Dewasa (manusia)

 

Menemukan telur dalam tinja Heterophyiasis

Infeksi berat > diare dan kejang perut, kadang cacing menembus mukosa usus dan melepaskan telur ke dalam peredaran darah sehingga dapat menimbulkan kelainan di organ lain spt jantung

Prazikuantel, Niklosamid

Memakan ikan yang sudah dimasak, memusnahkan keong

4 Metagonimus Yokogawai

Habitat: usus halus

Manusia, kucing, babi, burung pelikan Keong genus Semusulcospira, thiara, hua Ikan salem air tawar M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ikan) – Dewasa (manusia)

 

Menemukan telur dalam tinja Metagonimiasis

Menyebabkan diare dan kejang perut (kolik)

Prazikuantel, Niklosamid

Memakan ikan yang sudah dimasak

5 Gastrodiscoides hominis

Habitat: usus besar

Manusia, babi Keong Tumbuhan air M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (tumbuhan air) – Dewasa (manusia)

 

Menemukan telur dalam tinja Infeksi ringan > tidak ada gejala

Infeksi berat > peradangan pada mukosa usus besar dan diare

Prazikuantel, Niklosamid

Memakan tumbuhan air yang sudah dimasak

 

TREMATODA PARU

No Nama & Habitat Hospes Daur Hidup Diagnosa Gejala Klinik Pengobatan & Pencegahan
Definitif Perantara
1 2
1 Paragonimus westermanii

Habitat: paru-paru

Manusia, mamalia Keong genus hua, semisulcospira, syncera, thiara Ketam air tawar, udang batu M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms (ketam/udang batu) – Dewasa (manusia)

Ekistasi larva, menembus dinding lambung, menembus diafragma dan pleura, menetap di paru-paru

Menemukan telur dalam tinja dan sputum

 

Tes serologi dan pemeriksaan radiologi paru

Prazikuantel

Bitionol 30-50 mg/kg BB, dalam 2-3 dosis, 10-15 hari

 

TREMATODA PEMBULUH DARAh

No Nama & Habitat Hospes Daur Hidup Diagnosa Gejala Klinik Pengobatan & Pencegahan
Definitif Perantara
1 Schistosoma haematobium

 

Habitat: pembuluh vena dari saluran urin, usus besar, hati

 

Manusia, kera, baboon Keong genus Bulinus, Physopsis, Biomphalaria M (air) – S, R, Sr (keong) – Ms, Dewasa (manusia)

Serkaria menempel pada kulit hospes definitive, menembus kulit masuk ke dalam pembuluh limfe dan masuk ke dalam peredaran darah, jantung, dan dewasa di hati

Cacing dewasa bermigrasi kea rah vena usus / vena kandung kecing dan mengeluarkan telur

Menemukan telur dalam tinja dan urin

 

Infeksi ringan > biopsy rectum dan tes imunologi

– Stadium invasif: timbul dermatitis serkaria pada bagian tubuh yang terkena air, berlangsung 2-3 hari

– Stadium akut: 5-10 minggu setelah infeksi, gejala oleh kelainan paru-paru dan migrasi cacing melalui sirkulasi, timbul batuk, demam, gejala asma, pembesaran limfa dan hati

– Stadium menahun: cacing dewasa dan terbentuk telur 10-12 minggu setelah infeksi

Pada infeksi S.japonicum dan S. mansoni: gejala kelainan GI

Infeksi S. haematobium: hematuria (urin berdarah)

Prazikuantel 20 mg/kg BB 3xsehari selama 1 hari

– mengurangi sumber infeksi dengan menemukan dan mengobati penderita

– membasmi air yang mengandung serkaria

2 Schistosoma mansoni

 

Habitat: pembuluh vena dari kolon, rectum, hati

 

Manusia, kera, baboon Keong genus Biomphalaria, Tropicorbis
3 Schistosoma japonicum

 

Habitat: pembuluh vena dari usus halus, hati

 

Manusia, tikus, mencit, kucing, anjing, kuda, sapi, babi Keong genus Oncomelania

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *