Menghitung Loading Dose 2


“The Loading Dose (DL) or the initial bolus dose of a drug, is used to obtain desired concentrations as rapidly as possible.”

Loading Dose adalah dosis awal yang diberikan dengan tujuan agar konsentrasi obat yang diinginkan tercapai dengan cepat, sehingga dapat menghasilkan efek terapeutik.

Loading dose digunakan untuk mencapai konsentrasi obat yang diinginkan, dimana akan mendekati Css. Namun, loading dose tidak dapat untuk mempertahankan Css kecuali diberikan maintenance dose (dosis pemeliharaan).


Maintenance dose?
Maintenance dose merupakan dosis pemeliharaan yang diberikan untuk mempertahankan Css obat agar efektifitas obat tetap terjaga. Untuk maintenance dose akan saya bahas lebih lanjut di postingan berikutnya.

Css?
Css (Concentration Steady-State), yaitu keadaan saat laju masuknya obat dengan laju keluarnya obat sama. Css akan dicapai setelah 4 sampai 5 kali t1/2.  

Misalnya nih, seorang pasien lansia butuh obat antibiotik, karena pasien tidak memungkinkan untuk diberi obat oral (melalui mulut), maka pasien diinfus, agar konsentrasi obat yang diinginkan cepat tercapai sehingga efek yang dihasilkan lebih cepat pula maka diberi loading dose. Dimana loading dose akan lebih besar dosisnya dari maintenance dose.

Pemberian loading dose tidak cuma sebatas untuk infus, tapi juga untuk oral, misalnya untuk pemberian obat tablet kloramfenikol, awalnya diberikan dengan dosis 500 mg kemudian dilanjutkan dengan maintenance dose 250 mg.

kurva antara waktu dengan konsentrasi obat dalam plasma IV infus dengan pemberian loading dose (IV bolus) dan maintenance dose (IV  infus)

kurva antara waktu dengan konsentrasi obat dalam plasma dengan pemberian loading dose dan tanpa loading dose

dari kurva dapat dilihat bahwa, dengan pemberian loading dose akan mempercepat waktu tercapainya konsentrasi obat yang diinginkan (garis a, b dan c) dibandingkan dengan tanpa pemberian loading dose (garis d)

Untuk mempertahankan Css yang konstan, loading dose harus sama dengan R/k. Garis b menunjukkan konsentrasi dalam darah setelah pemberian loading dose yang sama dengan R/k. Jika loading dose tidak sama dengan R/k, maka Css tidak akan tercapai dengan cepat. Sedangkan jika loading dose lebih besar dari R/k (garis a), maka konsentrasi obat dalam plasma lebih lama turun untuk mencapai konsentrasi yang diinginkan. Jika loading dose lebih rendah dari R/k (garis c), konsentrasi obat dalam plasma akan meningkat perlahan untuk mencapai konsentrasi yang diinginkan, tapi lebih cepat dibandingkan tanpa pemberian loading dose (garis d).

Ada 2 persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung loading dose.

jika digabung  menjadi:

dimana,
– DL: Loading dose (mg)
– Css : Consentration steady state / plateau / tunak (mg/ml)
– Vd : Volume distribusi (ml atau liter)
– R : laju infus (mg/jam atau ml/jam)
– k : konstanta elminiasi ( /jam)

Contoh Soal:

1. Seorang anak berumur 5 tahun (berat 18 kg) didiagnosa menderita asma dan menerima terapi infus theophylline. Jika volume distribusi 0,5 L/kg dan klirens 1,44 ml/min/kg,

a. hitung loading dose untuk anak tersebut untuk mencapai Css 12mcg/ml
b. hitung laju infus (ml/jam) untuk anak tersebut bila diberikan larutan infus dengan kadar theophylline 3mg/ml

Jawaban:

BB = 18 kg
Vd = 0,5 L/kg –> 0,5 L/kg x 18 kg = 9 L = 9000 ml
Cl = 1,44 ml/min/kg
Css = 12mcg/ml
kadar obat = 3mg/ml

a. DL (loading dose) = Css x Vd = 12 mcg/ml x 9000 ml = 108000 mcg = 108 mg

b. laju infus = maintenance dose, dengan rumus: Css x Cl = 12 mcg/ml x 1,44ml/min/kg x 19 kg = 328,32mcg/menit
untuk 1 jam = 19,69mg/jam
dosis = 3mg/ml, maka laju adalah 19,69/3 = 6,56ml/jam

2, Seorang dokter ingin memberi obat anestesi dengan laju IV infus 3mg/jam. Konstanta eliminasinya 0,1/jam, dan volume distribusi 10 L. Berapa loading dose yang diberikan oleh dokter jika ingin konsentrasi obat dengan cepat mencapai 3mcg/ml?

Jawaban:

R = 3mg/jam
k = 0,1/jam
Vd = 10 L

dari hasilnya dapat diketahui bahwa target konsentrasi obat yang ingin dicapai 3mcg/ml di soal adalah Css, maka untuk loading dose:  

 

3. Seorang pasien perempuan (35 tahun, 65kg) diberi IV infus antibiotik. Berdasarkan literatur, t1/2 obat ini adalah 7 jam dengan volume distribusi 23,1% dari berat badan. Css obat 10 mcg/ml.
a. jika tanpa pemberian loading dose, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Css 95%?
b. loading dose untuk antibiotik ini? 
c. klirens
d. laju infus?

Jawaban:
t1/2 = 7 jam
Vd = 23,1% x 65 kg = 15,015 L
Css = 10 mcg/ml

a. dari tabel dapat diketahui bahwa untuk mencari waktu saat Css 95% adalah 4,32 x t1/2
maka, t untuk Css 95% = 4,32 x t1/2 = 4,32 x 7 = 30,24 jam

b. loading dose = Css x Vd = 10 mcg/ml x 15.015 ml = 150.150 mcg = 150 mg

c. klirens = Vd x k = 15,015 L x (0,693/7) = 1,486 L/jam = 1.486 ml / jam

d. laju infus = Css x Cl = 10 mcg/ml x 1.486 ml/jam = 14.860 mcg/jam = 14,86 mg/jam


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Menghitung Loading Dose