Menghitung Dosis Maksimum Obat untuk Anak 2


“Kecuali dinyatakan lain, dosis maksimum adalah dosis maksimum dewasa (20-60 tahun) “

Dosis maksimum obat adalah jumlah terbesar obat yang dapat diberikan pada orang dewasa, dengan sekali pemakaian atau sehari pemakaian, di mana jika obat diberikan melebihi dosis maksimum, maka dapat menimbulkan efek yang membahayakan / toksik.

Dosis maksimum obat dapat dilihat di Farmakope Indonesia edisi III. Dosis maksimum yang dicantumkan adalah untuk orang dewasa dengan rentang umur 20-60 tahun, lalu bagaimana cara menentukan dosis maksimum obat untuk anak?

Ada beberapa rumus yang dapat digunakan untuk menghitung dosis pada anak, yaitu:

1. Rumus Young (untuk anak usia di bawah 8 tahun)


2. Rumus Dilling (untuk anak usia di atas 8 tahun)


3. Rumus Fried (untuk bayi)


4. Rumus Thremich Fier (berdasarkan bobot anak)

Dalam penulisan resep sediaan pulveres, ada 2 versi yaitu:

1. Ditulis sejumlah bahan untuk dibuat dan dibagi menjadi beberapa bungkus serbuk (tanpa dtd)
contoh: mf pulv no X

2. Ditulis jumlah bahan untuk tiap bungkus dan jumlah bungkus yang harus dibuat (ada dtd)
contoh: mf pulv dtd no X


dtd = da tales doses (berikan dalam dosis demikian)

Jika ada dtd maka penimbangan dilakukan dengan mengalikan masing masing bahan dengan jumlah sediaan yang dibuat, sehingga bobot setiap bahan dalam tiap sediaan akhir akan sesuai dengan yang tertulis di resep.

Jika tanpa dtd maka penimbangan dilakukan sesuai yang tertulis dalam resep.


Oleh karena itu dosis obat yang menggunakan dtd akan lebih besar daripada yang tidak menggunakan dtd (source: here)

Contoh Soal:


1. R/ Efedrin HCl 10 mg
Mf pulv dtd no. X
Stdd pulv I

pro: Frimi (7 tahun)

–> Efedrin HCl dengan dosis 10 mg, diberikan tiga kali sehari, untuk anak usia 7 tahun

Jawab:
ada dtd, artinya efedrin HCl 10 mg untuk tiap bungkus serbuk

di FI III, dosis maksimum untuk Efedrin HCl adalah 50 mg – 150 mg

artinya, dosis maksimum untuk sekali pemakaian adalah 50 mg, dan untuk sehari pemakaian adalah 150 mg

dosis maksimum anak untuk sekali pemakaian: 

dosis maksimum anak untuk sehari pemakaian:

% dosis untuk sekali pemakaian = 10 mg (tertera di resep) / 18,42 mg x 100% = 54,28%

% dosis untuk sehari pemakaian = 10 mg x 3 (karena 3 kali sehari) / 55,26 mg x 100% = 54,28%

maka, dosis tidak melewati dosis maksimum
2. R/ Aminophyllin 150 mg

Mf pulv dtd  no. X
Sbdd pulv I
pro: Aira (10 tahun)

–> Aminophyllin dengan dosis 150 mg, diberikan dua kali sehari, untuk anak usia 10 tahun

Jawab:
ada dtd, berarti aminofilin 150 mg untuk setiap bungkus

di FI III, dosis maksimum untuk Aminophyllin adalah 500 mg – 1,5 g

artinya, dosis maksimum untuk sekali pemakaian adalah 500 mg, dan untuk sehari pemakaian adalah 1500 mg

dosis maksimum anak untuk sekali pemakaian: 

dosis maksimum anak untuk sehari pemakaian:

% dosis untuk sekali pemakaian = 150 mg (tertera di resep) / 250 mg x 100% = 60%

% dosis untuk sehari pemakaian = 150 mg x 2 (karena 2 kali sehari) / 750 mg x 100% = 40%

maka, dosis tidak melewati dosis maksimum

3. R/ Eritromisin 150 mg
Mf pulv dtd no. X
Stdd pulv I

pro: Fajar (25 kg)

–> Eritromisin dengan dosis 150mg, diberikan tiga  kali sehari, untuk anak dengan berat badan 25kg

Jawab:
ada dtd, artinya eritromisin 150 mg untuk tiap bungkus serbuk

di FI III, dosis maksimum untuk Eritromisin adalah 500 mg – 4 g

artinya, dosis maksikum untuk sekali pemakaian adalah 500 mg, dan untuk sehari pemakaian adalah 4000 mg

dosis maksimum anak untuk sekali pemakaian:

dosis maksimum anak untuk sehari pemakaian:

% dosis untuk sekali pemakaian = 150 mg (tertera di resep) / 178,5 mg x 100% = 84%

% dosis untuk sehari pemakaian = 150mg x 3 (karena 3 kali sehari) / 1.428,5 mg x 100% = 31,5%

maka, dosis tidak melewati dosis maksimum

4. R/ Hidrokortison 180 mg
Mf pulv no XII
Sbdd pulv I

pro: Daehan (4 tahun)

Jawab:
tidak ada dtd, berarti hidrokortison 150 mg untuk 12 bungkus serbuk, maka 1 bungkus mengandung hidrokortison 15 mg (180 mg/12 bungkus = 15 mg/bungkus)

di FI III, dosis maksimum untuk Hidrokortison adalah 100 mg – 200 mg

artinya, dosis maksimum untuk sekali pemakaian adalah 100 mg, dan untuk sehari pemakaian adalah 200 mg

dosis maksimum anak untuk sekali pemakaian: 

dosis maksimum anak untuk sehari pemakaian:

% dosis untuk sekali pemakaian = 15 mg / 25 mg x 100% = 60%

% dosis untuk sehari pemakaian = 15 mg x 2 (karena 2 kali sehari) / 50 mg x 100% = 60%

maka, dosis tidak melewati dosis maksimum

Note: Rumus-rumus di atas juga dapat digunakan untuk menghitung dosis lazim obat untuk anak, dengan cara yang sama, nilai dosis lazim obat dapat dilihat di Farmakope Indonesia III.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Menghitung Dosis Maksimum Obat untuk Anak