Metoda Residual pada Model 2 Kompartemen 14



Kurva obat dalam plasma dengan waktu pada model 2 kompartemen terdiri dari 2 bagian:  
1. Fase distribusi
2.  Fase eliminasi

Pada fase distribusi, menggambarkan distribusi obat dari kompartemen sentral ke kompartemen jaringan. Sedangkan pada fase eliminasi, merupakan fase obat mulai keluar dari tubuh, pada fase ini mengikuti kinetika orde 1, dan akan terlihat garis lurus pada grafik.


Persamaan untuk model 2 kompartemen:


Pada model 2 kompartemen ini, untuk menghitung berbagai parameter farmakokinetik biasanya digunakan metoda yang disebut dengan Metoda Residual. Metode ini dilakukan dengan membuat grafik berdasarkan data yang diberikan, boleh dibuat dengan komputer ataupun secara manual.

Untuk mempelajari metode residual (cara manual) kamu cukup menyediakan:
  • Kertas grafik
  • Penggaris
  •  Kalkulator
  • Pulpen/pensil
  • Niat *loh
Kertas grafik di sini boleh menggunakan kertas grafik biasa atau kertas semilog.

Contoh soal:

100 mg obat diberikan secara IV pada seorang pria dewasa dengan berat 70 kg, berikut data waktu dengan konsentrasi obat dalam plasma:

Langkah-langkah yang perlu kamu lakukan :

1. buat grafik waktu (x) vs log Cp (y)

Karena saya menggunakan kertas grafik biasa, maka dicari log Cp dulu baru dimasukkan ke grafik. Sedangkan jika menggunakan kertas semilog maka Cp bisa langsung diplot ke grafik tanpa dicari dulu lognya.

maka akan didapat grafik seperti ini:


Perhatikan grafik, garis yang berwarna hitam adalah fase distribusi dan garis berwarna merah adalah fase eliminasi.


Bagaimana cara kita membedakan antara kedua fase?
Pada metode residual biasanya digunakan 3 atau 4 titik terakhir sebagai fase eliminasi.

Seperti yang telah disebutkan tadi, bahwa fase eliminasi mengikuti kinetika orde 1, sehingga akan terbentuk garis lurus. Pada kurva ini terlihat garis lurus dari menit ke 4 hingga menit ke 16, sehingga garis dari menit ke 4 – menit ke 16 ini disebut fase eliminasi.

2. tentukan kadar ekstrapolasi pada fase distribusi (Cp’)

Langkah selanjutnya, kamu tarik garis lurus dari titik-titik fase eliminasi ke sumbu y seperti gambar di bawah: (garis ini kita sebut garis p)


Lalu, kan tadi pada fase distribusi ada 5 titik waktu yaitu menit 0,25; 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0

Pada masing-masing titik ini kamu tarik garis lurus ke bawah sampai ke garis p yang tadi. Maka akan kita dapat 5 titik baru, angka pada 5 titik ini disebut dengan log Cp’


Kemudian cari Cp’ dari nilai log Cp’ tadi dengan cara meng-antilogkan nilai log Cp’, sehingga didapat:


Nilai Cp’ ini menggambarkan kadar obat dalam tubuh karena eliminasi tahap awal.


3. tentukan kadar residual (Cp-Cp’)

Lalu, cari selisih nilai Cp dengan nilai Cp’. Boleh dengan Cp-Cp’ atau Cp’-Cp, prinsipnya angka yang besar dikurangi angka yang kecil, jadinya seperti ini:

Next, kamu log kan nilai selisih tadi:


4. buat grafik waktu (x) vs log (Cp-Cp’) (y)


Kamu plotkan nilai log Cp-Cp ini ke grafik tadi, sehingga didapat 1 garis lurus lagi:

5. cari regresi untuk:

a. fase distribusi à waktu vs log (Cp-Cp’)
b. fase eliminasi à waktu vs log Cp

agar lebih mudah lihat tabel di bawah:

maka akan didapat masing-masing persamaan regresi untuk kedua fase:
a. distribusi: y = 1,673 – 0,803x
b. eliminasi: y = 1,178 – 0,091x

kembali ke persamaan yang akan kita cari tadi:

a. distribusi

pada saat distribusi, eliminasi obat hampir mendekati nol, sehingga persamaan pada fase ini menjadi:

karena mengikuti kinetika orde 1, maka:

sehingga,
– log A = 1,673
  maka A = antilog 1,673 = 47
– a = 0,803 x 2,303 = 1,85

b. eliminasi

pada saat eliminasi, distribusi obat akan mendekati nol, sehingga persamaan saat fase ini menjadi:

karena mengikuti kinetika orde 1, maka:

sehingga,
– log B = 1,178
  maka B = antilog 1,178 = 15
– b = 0,901 x 2,303 = 0,21

maka akan didapat persamaan akhir menjadi:


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 thoughts on “Metoda Residual pada Model 2 Kompartemen