Menghitung Isotonis Sediaan Steril


Annyeonghaseyo….

Berhubung besok mau ujian Farmasetika II, jadi malem nih saya mau share tentang cara menghitung sediaan steril………………………………………..ga ada hubungannya emang wkwk

Sooo, sebelum kita bahas lebih lanjut, perlu diketahui dulu beberapa istilah yang berkaitan dengan materi ini, yaitu:

  • Sediaan steril adalah sediaan obat yang bebas dari mikroorganisme hidup, seperti bakteri aerob-anaerob beserta spora-sporanya, jamur, cendawan, virus ricketsia dan protozoa.

Sediaan steril di farmasi ada beberapa golongan, yang paling umum dikenal itu sediaan parenteral (bisa berupa injeksi volume kecil dan besar) dan sediaan obat mata (tetes mata, salep mata, dll)

Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir” – Farmakope Indonesia III
  •  Isotonis adalah saat dimana tekanan osmosa suatu sediaan sama dengan tekanan osmosa cairan tubuh.

Maka kita gunakan NaCl agar sediaan isotonis dengan cairan tubuh.

  • E NaCl (Ekivalensi NaCl) adalah jumlah gram NaCl yang memberikan tekanan osmosa yang sama dengan 1 gram zat terlarut tertentu.
Contoh:
E NaCl Morfin HCl = 0,14, artinya 1 gram Morfin HCl memberikan tekanan osmosa yang sama dengan 0,14 gram NaCl dalam volume larutan yang sama
Kenapa digunakan NaCl?
Karena cairan tubuh seperti darah, air mata, cairam limfa, tekanan osmosanya sama dengan tekanan NaCl 0,9%, sehingga larutan NaCl 0,9% disebut larutan fisiologis.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung isotonis ini, yaitu:
1. Metoda Penghitungan
   a. metode ekivalensi NaCl
   b. penurunan titik beku
   c. metoda kryoskopi
2  Metoda Grafik
   a. metoda diagram
   b. metoda nomogram
Agar lebih mudah paham, kita langsung bahas contoh soal aja ya
1. Metoda Ekivalensi NaCl

Contoh Soal:

R/ EPHEDRIN   0,5%          E NaCl = 0,28

     PANTOPON   1.0%         E NaCl = 0,15
m.f.sol.isot.et NaCl ad 60 ml
perhitungan:
jumlah gram NaCl yang ekivalen
untuk efedrin    0,5 x 0,28 = 0,14
untuk pantopon 1,0 x 0,15 = 0,15
                       total = 0,29
artinya, 0,29 gram sudah isotonis, sedangkan NaCl yang isotonis adalah 0,9% b/v atau 0,9 gram dalam 100 ml, maka kita hitung berapa gram NaCl yang dibutuhkan
NaCl butuh —> 0,9 g – 0,29 = 0,61 g
jadi, NaCl yang dibutuhkan untuk 100 ml adalah 0,61 g, sedangkan di resep sediaan dalam 60 ml, maka untuk 60 ml = 60 / 100 x 0,61 g = 0,366 gram

atau bisa juga dengan metoda “WHITE VINCENT
W = volume yang digunakan untuk melarutkan zat supaya isotonis dalam ml
W = berat zat dalam gram
E = ekivalensi NaCl bahan obat
111,1 = volume 1 g NaCl yang isotonis
perhitungan: (soal masih sama dengan soal sebelumnya)
V = W x E x 111,1
V = {(0,5×0,28) + (1,0×0,15)} x 111,1 = 0,29 x 111,1 = 32, 219 ml
artinya, jika dilarutkan senyawa diatas dalam 32,219 ml air, maka larutannya akan isotonis, jadi sisa pelarut yang belum isotonis:

untuk hasil akhir 100 ml —> 100 ml – 32,219 ml = 67,781 ml

ingat, kita membuat sediaan untuk 60 ml, maka untuk hasil akhir 60 ml = 60/100 ml x 67,781 = 40,668 ml
jadi, NaCl yang ditambahkan untuk membuat larutan isotonis 60 ml adalah 0,9 g/100 ml x 40,668 ml = 0,366 gram
2. Metoda Penurunan Titik Beku
Larutan yang mempunyai titik beku 0,52o C adalah isotonis dengan cairan tubuh.
Perhitungan dengan metoda ini digunakan rumus:

Ket:

B = bobot dalam gram zat yang ditambahkan dalam 100 ml hasil akhir supaya didapatkan larutan isotonis
b1 = penurunan titik beku air yang ditambahkan oleh 1% zat berkhasiat
b2 = kadar zat berkhasiat dalam % b/v
contoh soal:
R/ AETHYL MORPHIN HCl
NaCl Qs Ad ISOTONIS
AQUA Ad 100 ml
diket:
Penurunan titik beku air 1% zat berkhasiat = 0,008
Penurunan titik beku air 1% zat tambahan = 0,576
Jadi, jumlah NaCl yang ditambahkan untuk 100 ml larutan obat adalah 0,875 gram.
3. Metoda Kryoskopi
Ket:
d = penurunan titik beku air yang disebabkan penambahan zat berkhasiat
U = jumlah ion
k = konstanta kryoskopi (1,86)
M = BM zat terlarut
L = berat pelarut
g = berat zat terlarut
contoh soal:
R/ AETHYL MORPHIN HCl 2%
mf. inject. Isot ad        500 ml
(BM AETHYL MORPHIN HCl 2H20  = 386)

perhitungan:

BM Aethyl Morphin HCl 2H20 = 386
maka, BM Aethyl Morphin HCl = 386 – BM 2H20 = 386 – 36 = 350
Aethyl Morphin 2% = 2/100 x 500 g = 10 g
berat pelarut = berat total – berat zat terlarut = 500 g – 10 g = 490 g

berat aethyl morphin bebas air = 350/386 x 10 g = 9,067 gram


penurunan titik beku darah = 0,52
jadi yang belum isotonis = 0,52 – 0,2 = 0,32

artinya, untuk memperoleh larutan isotonis diperlukan sejumlah NaCl yang memberikan penurunan titik beku 0,32

Jadi, NaCl yang harus ditambahkan = 0,32 / 0,52 x 0,9 g = 0,55 g (untuk 100 ml)
karena sediaan dalam 500 ml, maka 5 x 0,55 g = 2,75 gram

sekian pembahasan kali ini, untuk metoda grafik akan saya bahas di postingan selanjutnya, bye bye ~

*image by me

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *