Keuntungan dan Kerugian membuat Laporan Praktikum 2


(Cuma sekedar postingan iseng, rehat dulu dari laporan sejenak heuahuaheaue)

Sebagai mahasiswa saintek *cieee*, kita ga cuma belajar di kelas aja, pembelajaran juga dilakukan di laboratorium, dan disebut dengan “praktikum”. (nggak tau ya kalo di soshum gimana sistemnya heauehaueahehe)

Di fakultas saya sendiri (red: farmasi) setiap semester perkuliahan itu selalu diisi dengan beberapa praktikum, dan untuk tiap praktikum kita diwajibkan menulis laporan praktikum. Ada laporan awal, laporan akhir, ada juga laporan yang berbentuk jurnal. Dan laporannya nggak boleh diketik, harus ditulis tangan.
Di awal-awal semester, membuat laporan (bagi saya) terasa cukup berat. Karena masih baru, jadi masih butuh menyesuaikan diri. Terutama saat semester 2 dengan 4 praktikum, jadi total laporan yang harus dibuat itu ada 8 laporan tiap minggu. Mungkin buat kamu yang nggak pernah mengalami ini, kedengarannya enteng, “kan cuma buat laporan , seminggu ada 7 hari tuh, jadi banyak waktu untuk buat laporan kan”, yap, kalimat semacam ini pernah saya dapatkan dari beberapa teman. Wah, coba kalau kamu mengalami, saya jamin nggak akan pernah keluar kalimat ini wkwk.
Well, mari kita bahas berbagai keuntungan dan kerugian dari membuat laporan praktikum (dari sudut pandang saya hwauhwua)
 
Keuntungan:
1.  Mempermudah menguasai materi
Yup, misalnya pada laporan awal, isi laporan berhubungan dengan objek yang akan dipraktikumkan. Jadi kita sudah cari tau dulu materinya sebelum praktikum, sehingga jadi lebih paham.
 
2.  Melatih kecepatan tangan
Terutama kalau kamu sistem kebut semalam, apalagi yang buat laporan beberapa jam sebelum praktikum, bisa dipastikan kecepatan menulis kamu di atas rata-rata.
 
Kerugian:
 
1. Menghabiskan waktu
Kalau dikalkulasikan, untuk 1 laporan awal itu butuh: cover,  tinjauan pustaka 3 halaman, cara kerja 1-2 halaman, daftar pustaka. Sedangkan untuk 1 laporan akhir: cover, hasil 1-2 halaman, pembahasan 2 halaman, kesimpulan & saran, daftar pustaka. Jadi untuk 1 praktikum kamu musti menulis sebanyak ±13 halaman, dan tentu saja itu menghabiskan waktu. Itu baru untuk 1 praktikum loh. Belum lagi kalau harus buat jurnal, waktu yang dibutuhkan otomatis akan lebih banyak.
Coba kalau kamu gak diwajibkan membuat laporan, waktu yang ada bisa digunakan untuk kegiatan lain, seperti: baca buku, belajar, tidur, nonton, tidur, tidur……….-__-
 
2.  Menghabiskan kertas
Seperti yang sudah saya jabarkan tadi, butuh ±13 lembar kertas, untuk seminggu dengan 4 kali praktikum butuh 52 lembar kertas. Itu baru seminggu loh…….
 
3.  Menghabiskan pulpen
Modal membuat laporan bukan cuma kertas aja, alat tulis lain juga, sudah berapa ml kira-kira tinta pena yang kamu habiskan selama ini ya hmmm
 
4.  Menghabiskan tempat
Mahasiswa, yang notabene-nya identik dengan anak kosan, tentu ruangan kosan gak akan selapang di rumah, kamu yang sudah cukup senior di kampus, bisa dipastikan kosan kamu akan penuh dengan bundelan laporan praktikum, sehingga gak heran para senior akan dengan senang hati meminjamkan atau malah memberikan laporan ke junior.
 
5. Melelahkan
Ini sebenernya bukan kerugian yah, tapi tetap aja, buat laporan itu………………..melelahkan.
Sekian………………… tapi, kok malah lebih banyak kerugiannya ya btw–__–

Yosh~~ mari lanjutkan membuat jurnal untuk praktikum farmasetika besok huhuhuhu T_T


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Keuntungan dan Kerugian membuat Laporan Praktikum