Apakah Semua Tablet bisa Digerus? 2


Di postingan ini, saya akan membahas tentang ‘TABLET’
 
Bukan tablet smartphone ya, kalau tablet yang itu mah sayang kalau digerus huhaeuahuea
 
Tablet yang ini adalah ‘tablet obat
 

“Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok.” – Farmakope Indonesia edisi III

Tablet adalah sediaan obat yang dikonsumsi oral, artinya, tablet dimasukkan ke dalam tubuh lewat mulut dan masuk ke saluran pencernaan.

Nah, oleh masyarakat kita, untuk memakan tablet obat dipakai berbagai macam cara. Ada yang dipermudah dengan meminum air, dimasukkan bersama makanan (supaya rasa pahitnya agak berkurang), ataupun digerus untuk mempermudah menelan.
Tablet yang digerus dulu sebelum dimakan biasanya dilakukan untuk pasien anak-anak, lansia, ataupun orang yang susah menelan obat.
 
Persoalannya adalah, apakah semua tablet bisa digerus?
 
Jawabannya tentu saja, tidak.
 
Kenapa?
 
Memang ada tablet yang kalau digerus tidak akan berefek buruk, tetapi ada tablet yang dalam pembuatannya ditujukan untuk ditelan saja tanpa digerus.
 
Jadi, bagaimana cara kita untuk mengetahui mana tablet yang boleh digerus dan mana yang tidak? 
 
Untuk itu perlu kita ketahui dulu apa jenis tablet yang kita konsumsi.
 
1.  Uncoated tablet
Artinya sediaan tablet yang dikempa tanpa disalut, tablet jenis ini boleh digerus, karena pembuatan tablet hanya ditujukan untuk memudahkan pasien untuk menelan.
 
2. Tablet salut film/salut gula
Tablet jenis ini disalut untuk mengurangi rasa pahit obat, oleh karena itu pembuatan tablet jenis ini digunakan untuk zat aktif obat yang pahit seperti ibuprofen, ciprofloxacin, cefuroxime, dan pseudoephedrine. Penggerusan tablet ini diperbolehkan tetapi akan menyebabkan ketidaknyamanan pasien karena rasa pahit obat.
 
3. Tablet lepas lambat (biasanya berakhiran SR, XR, ER, CR)
Pembuatan tablet ini bertujuan untuk memperlambat pelepasan zat aktif obat, sehingga akan mengurangi frekuensi pemakaian obat, misalnya dari 3 kali sehari dengan tablet lepas lambat bisa menjadi 1 kali sehari. Penggerusan tablet ini akan menyebabkan terjadi perubahan pelepasan obat,  obat yang seharusnya dilepaskan perlahan ketika digerus akan langsung lepas sekaligus sehingga dapat menyebabkan toksisitas, atau malah efek terapeutiknya tidak bertahan lama karena setelah obat dilepas sekali banyak, tidak ada lagi obat yang tersisa sehingga efek tidak tercapai.
 
4. Tablet salut enterik
Tablet ini diharapkan pecah di dalam usus halus, dan pemberian salut pada tablet bertujuan untuk menghindari tablet pecah dalam lambung. Karena sifat zat aktif obat yang dapat rusak oleh pH lambung yang asam, ataupun karena sifat zat aktif obat yang dapat mengiritasi lambung. Oleh karena itu penggerusan sangat tidak dianjurkan karena tablet akan pecah dalam lambung, dan dapat menimbulkan efek terapeutik obat tidak tercapai atau lambung akan diiritasi oleh obat.
5. Tablet sublingual
Tablet ini diinginkan diabsorpsi pada membran mukosa dalam mulut, jika tablet ini digerus, maka farmakokinetik dan bioavailabilitas dari obat akan berubah, sehingga penggerusan tidak dianjurkan.
 
6. Lozenges
Tablet ini diinginkan bertahan dalam mulut selama 10-15 menit selama mengalami perlepasan, dan menimbulkan aksi lokal. Jika tablet ini digerus, perlepasan akan terjadi terlalu cepat dan tidak dicapai efek lokal.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Apakah Semua Tablet bisa Digerus?